Jakarta -
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan 2.859 petugas kebersihan untuk memastikan Jakarta tetap bersih selama periode malam takbiran, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, hingga masa libur Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat serta potensi lonjakan volume sampah di berbagai titik kota.
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan para petugas disiagakan di lokasi-lokasi strategis, mulai dari tempat penampungan sementara (TPS), kawasan wisata, hingga area publik yang diperkirakan akan dipadati warga selama perayaan Idul Fitri dan masa libur Lebaran.
"Kami menyiapkan sekitar 70 petugas kebersihan di setiap kecamatan. Secara keseluruhan, lebih dari 2.859 personel akan bertugas di berbagai wilayah Jakarta mulai malam takbiran, Hari Raya Idul Fitri, hingga masa libur Lebaran," ujar Asep dalam keterangan, Sabtu (14/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan selain menyiagakan personel, DLH juga mengoperasikan berbagai sarana pendukung kebersihan. Di antaranya 89 unit kendaraan penyapu jalan otomatis (road sweeper), 30 unit bus toilet, serta 35 unit toilet portable yang akan ditempatkan di sejumlah lokasi.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, DLH juga akan memaksimalkan pengangkutan sampah untuk mengosongkan TPS. Pada hari H, pembersihan jalan dilakukan secara manual maupun menggunakan road sweeper. Sementara selama masa libur Lebaran, fokus kebersihan akan diarahkan ke kawasan wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat, seperti Monas, Kota Tua, Ragunan, hingga Ancol.
Pihaknya memastikan operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan RDF Plant tetap berjalan selama masa libur Lebaran guna menjaga kelancaran pengelolaan sampah Jakarta.
"Selain itu, pengosongan TPS di seluruh wilayah Jakarta dilakukan secara bertahap sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan volume sampah menjelang hari raya," ujarnya.
Untuk mendukung kenyamanan masyarakat, DLH turut menyiagakan toilet portable dan bus toilet di berbagai titik kegiatan. Fasilitas ini akan ditempatkan di lokasi wisata, Tempat Pemakaman Umum (TPU), posko mudik, hingga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) guna mendukung sarana kebersihan selama periode sebelum dan sesudah Idul Fitri.
Selain menjaga kebersihan kota, DLH juga menyiagakan personel dan sarana pendukung untuk penanganan sampah di area transportasi publik seperti stasiun, terminal, dan pelabuhan. Upaya ini menjadi bagian dari kampanye 'Mudik Minim Sampah' yang bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengurangan sampah selama perjalanan mudik.
"Program Mudik Minim Sampah merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menekan timbulan sampah yang biasanya meningkat selama periode mudik Lebaran," tuturnya.
DLH akan bekerja sama dengan pengelola moda transportasi mudik, termasuk pengelola stasiun, terminal, dan pelabuhan, untuk memastikan program tersebut berjalan efektif. Koordinasi juga dilakukan agar pengangkutan sampah dapat dilakukan secara rutin sehingga kebersihan dan kenyamanan pemudik tetap terjaga.
"Menjelang mudik Lebaran, mari bersama-sama membangun kesadaran untuk mengurangi sampah selama perjalanan. Kita rayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan tanpa meninggalkan sampah yang berlebihan," tutupnya.
Simak juga Video: Putri Zulhas: Industri Baterai-Geotermal untuk Indonesia Menuju Bersih Energi
(bel/jbr)

















































