Ironi! Ratusan Pelajar Muntah dan Lemas Usai Santap Soto MBG di Muarojambi

1 week ago 8

JAMBI -   Ironi! Berharap bergizi dan menyehatkan, paket MBG (Makan Bergizi Gratis) berupa soto produksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti, Kabupaten Muarojambi berbuah petaka.

Petaka yang menggemparkan masyarakat Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, Provinsi Jambi itu, terjadi Jumat siang, 30 Januari 2026. Sedikitnya 150 orang siswa plus beberapa orang guru dan balita, dilarikan ke rumah sakit setelah mengosumsi paket MBG berupa makanan sejenis soto..

Menurut Direktur RSUD Achmad Ripin Muarojambi Agus Subekti, gejala klinis yanag dialami para korban, yakni muntah-muntah, diare dan tubuh lemas.

Gratis

Sementara Bupati Muarojambi Bambang Bayu Suseno, menyatakan biaya pengobatan dan perawatan seluruh korban keracunan menu MBG, digratiskan.

Pemerintah setelah berkordinasi dengan pihak Badan Gizi Nasional Provinsi Jambi, memutuskan operasional SPPG Sengeti dihentikan sementara. Dan pemeriksaan terhadap peristiwa keracunan massal diserahkan penangannya kepada instansi yang berkompeten. Seperti dinas kesehatan dan kepolisian.

Untuk diketahui, SPPG Sengeti garapan Yayasan Aziz Rukiyah Aminah yang dipimpin Akbar Amrullah tersebut melayani 28 sekolah berbagai jenjang pendidikan. Setiap harinya mendistribusikan sekitar 3.500 paket MBG kepada siswa penerima manfaat.

Usut Tuntas

Sementara Gubernur Jambi Al Haris, mengharapkan peristiwa keracunan massal yang pertama kali terjadi di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, Provisni Jambi, diusut secara menyeluruh dan tuntas, karena mengancam keselamatan para siswa.

Menurut Haris, menyatakan keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.

Dikatakan, Pemerintah Provinsi Jambi akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan evaluasi dilakukan secara objektif. Termasuk pemeriksaan terhadap menu yang diproduksi SPPG terkait, mulai dari pengolahan, distribusi dan pengawasannya.

"Kita ingin anak-anak kita menerima makanan yang layak, dan benar-benar bergizi. Bukan malam sebaliknya. Keselamatan anak adalah prioritas utama, " tegasnya.(IS/sp)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |