Ibas Persembahkan Doa Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, Sumbar

1 day ago 4

loading...

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menyampaikan doa dan solidaritas mendalam bagi korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Foto: Sindonews

PACITAN - Dalam suasana penuh keprihatinan atas bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025, Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menyampaikan doa dan solidaritas mendalam bagi para korban.

Dalam sambutannya di hadapan masyarakat Donorojo, Pacitan, pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, Ibas mengajak seluruh rakyat Indonesia turut mendoakan keselamatan dan kekuatan bagi saudara-saudara kita di Sumatera.

Baca juga: 300 Korban Masih Tertimbun Longsor di Salareh Aia Agam, Akses Jalan Lumpuh

"Beberapa waktu ini, saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat berduka, prihatin dan sedih akibat adanya bencana yang tidak diinginkan datang dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Bencana longsor, bencana banjir bandang yang hingga saat ini masih memakan korban jiwa," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu dengan nada haru.

Dia memanggil empati seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu dalam doa dan aksi kemanusiaan. “Mari sama-sama kita kirimkan doa kepada saudara-saudara kita agar senantiasa mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan mereka yang telah wafat semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ucapnya.

Ibas juga memberi perhatian khusus terhadap upaya pencarian, penyelamatan, dan penyaluran bantuan yang sedang dilakukan oleh berbagai unsur, termasuk BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan relawan setempat.

Dia menyerukan agar pemerintah dan masyarakat bersama mengambil pelajaran dari musibah ini, terutama dari perspektif lingkungan dan iklim. Dia mengutip temuan dari penelitian riset dan ahli iklim bahwa fenomena seperti siklon senyar yang jarang terjadi di daerah khatulistiwa seperti Indonesia kini semakin mungkin terjadi karena kerusakan lingkungan dan kerusakan ekologis.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |