loading...
Kapal-kapal di Selat Hormuz di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, seperti yang terlihat dari Musandam, Oman, pada 2 Maret 2026. FOTO/Reuters
SINGAPURA - Penutupan nyaris total Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik Amerika Serikat (AS), Israel dengan Iran memicu kekhawatiran krisis energi di sejumlah negara Asia yang bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM). Lonjakan harga energi dan panic buying mulai terjadi di berbagai negara seiring terganggunya jalur distribusi minyak dan gas global.
"Keputusan ini diambil karena kenaikan dramatis harga minyak dunia," ujar Menteri Perminyakan Pakistan Ali Pervaiz Malik dikutip dari Reuters, Senin (8/3/2026).
Baca Juga: Iran hanya Izinkan China dan Rusia Melintas Selat Hormuz, Tertutup bagi Sekutu AS
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia serta seperlima perdagangan gas alam cair (LNG) global. Penutupan jalur tersebut membuat negara-negara di Asia bergerak cepat mengamankan pasokan energi dan menekan dampak kenaikan harga.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

















































