Hasil Panen Raya Kemenimipas Diberikan untuk Korban Bencana Sumatera, Prioritas Air Bersih

2 hours ago 1

Jakarta -

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), menyampaikan penjualan seluruh hasil Panen Raya Serentak akan didonasikan untuk korban Bencana Sumatera. Uang hasil penjualan komoditas pertanian, perkebunan peternakan, dan perikanan dari lapas dan bapas se-Indonesia diprioritaskan untuk bantuan sumber air bersih.

Menteri Imipas Agus Andrianto mengatakan Presiden Prabowo Subianto memang telah menunjuk TNI-Polri untuk mengatasi masalah air bersih di wilayah-wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan tanah longsor akhir November lalu. Meski demikian, Menteri Agus mendorong jajarannya untuk turun ke lapangan dan berkontribusi pada daerah yang belum terpenuhi kebutuhan air bersihnya.

"TNI Polri sudah mendapat arahan dari Bapak Presiden untuk membuat air bersih. Jadi, saran saya, kita nanti coba sisip ya, mana tahu masih ada yang kelewatan. Nanti para kakanwil memerintahkan para kalapas dan karutan yang ada di daerahnya, kepala kantor imigrasi yang ada di daerahnya, di daerah bencana untuk melihat ke bawah," kata Menteri Agus pada Kamis (15/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saran saya, prioritasnya kepada air bersih. Yang utamanya adalah untuk air bersih. Bukan apa-apa, air sangat penting sekali untuk kehidupan," tekan Menteri Agus.

Bantuan air bersih, lanjut Menteri Agus, tidak hanya akan membawa kesegaran bagi masyarakat terdampak bencana. Ia berharap bantuan air bersih juga membawa kesegaran di awal 2026 bagi jajaran Kementerian Imipas.

"Mudah-mudahan di awal Tahun Baru 2026 memberikan penyegaran buat kita semua. Amal ibadah rekan-rekan sekalian, memberikan hasil daripada panen raya ini untuk membantu saudara-saudara kita yang mungkin kesulitan air bersih," ucap dia.

Terkait pemulihan Sumatera, Menteri Agus menekankan seluruh aparatur negara memiliki tanggung jawab sebagai kepanjangan tangan Presiden. Oleh sebab itu dia mengajak semua pihak untuk bahu-membahu memberikan kontribusi.

"Pak gubernur, bupati, wali kota sampai kepala desa dan lurah adalah kepanjangan tangan Bapak Presiden. Di bidang keamanan, TNI-Polri sampai ke daerah, ada babinsa bhabinkamtibmas adalah juga kepanjangan tangan Bapak Presiden. Kemudian dinas-dinas itu dibuat atau dibentuk adalah merupakan kepanjangan tangan Bapak Presiden. Oleh karena itu, kita semua harus bergandengan tangan," ajak Menteri Agus.

"Tidak ada masalah yang bisa diselesaikan oleh satu orang. Ini masalah harus kita selesaikan bersama. Dan tiap kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjadi bagian yang memberi solusi atas semua permasalahan masyarakat yang dihadapi. Memang tugas kita itu," sambung dia.

(aud/whn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |