Kebakaran terjadi di Apartemen Pavilion Tower 3, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ratusan petugas dikerahkan untuk mengevakuasi penghuni.
Sebagaimana diketahui, kebakaran terjadi pada Jumat (4/9/2026). Lebih dari seratus personel pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk menangani kebakaran.
"Status kebakaran, proses lokalisir (api)," kata petugas command center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Jumat (4/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 23 mobil pompa dan 115 personel damkar dikerahkan ke lokasi kebakaran di Jalan KH Mas Mansyur, Karet Tengsin, Tanah Abang, tersebut.
Damkar kerahkan skylift padamkan kebakaran di Apartemen Pavilion (Mulia/detikcom) Foto: Damkar kerahkan skylift padamkan kebakaran di Apartemen Pavilion (Mulia/detikcom)
Dalam proses lokalisir, petugas sudah dapat mengendalikan penyalaan api untuk mencegah perambatan ke area lebih luas atau objek lainnya. Petugas masih menyemprotkan air ke titik-titik api di lokasi kebakaran.
Titik Kebakaran
Selain memadamkan api, petugas juga berupaya mengevakuasi penghuni apartemen tersebut. Belasan penghuni apartemen telah dievakuasi.
"Sementara korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 14 orang," katanya.
Titik kebakaran ada di lantai 5 apartemen tersebut. Kebakaran dilaporkan warga ke damkar pukul 11.23 WIB. Proses pemadaman dimulai pukul 11.30 WIB.
Dengar Suara Minta Tolong
Warga sekitar mengaku mendengar suara orang minta tolong. Petugas damkar pun dihubungi.
"Warga sini pada tahu (kebakaran saat dengar ada yang) minta tolong-tolong gitu. Ya saya juga kalau seandainya nggak ada warga sini juga nggak bakalan (ikut bantu)," kata warga bernama Mardiananingsih saat ditemui di sekitar apartemen.
Dia mengatakan suasana heboh itu sudah terjadi sekitar jam 08.00 WIB. Dia menduga suara minta tolong itu diucapkan seorang pria, namun dia tidak menemukan sosok yang meminta tolong.
"(Saya) Dengar sih, ada yang minta tolong 'Tolong! Tolong!' gitu. Kayak suara laki kayaknya dah. Ya nggak (lihat sumber suara) sih, tapi (dengar) suaranya doang," kata dia.
Petugas Sempat Terkendala
Mardiananingsih mengatakan petugas pemadam kebakaran (damkar) sempat kesulitan menuju titik kebakaran. Dia mengatakan sejumlah penghuni apartemen berlarian saat kebakaran terjadi.
"Pada lari ke sini semua. Tadinya terlambat juga sih pemadam. Karena bongkar kayak gituan juga susah atapnya," ucapnya.
Dia sempat melihat penghuni apartemen yang selamat dari kebakaran. Saat itu, dia melihat api menyala cukup besar dan merambat ke area lebih luas.
"Lumayan sih apinya agak hitam begitu lho, gede banget apinya, kayak hitam gitu asapnya, eh nggak tahunya dia merembet-rembet, lambat juga sih emang," ungkapnya.
Salah satu penghuni apartemen, Irwan Lubis, mengatakan gedung apartemen yang terbakar adalah Tower 3, tepatnya di lantai 5.
"Masih ada tiga yang dievakuasi," ujar Irwan saat ditemui di lokasi, Jumat (4/9).
Tak Ada Korban Jiwa
Irwan mengatakan ada 10 orang yang dilarikan ke rumah sakit. Total penghuni yang dievakuasi, katanya, 25 hingga 30 orang.
"(Korban jiwa) nggak ada, alhamdulillah," katanya.
Menurut Irwan, asap kebakaran itu terlihat sekitar pukul 11.00 WIB. Dugaan sementara, yang terbakar adalah panel lantai 5.
"Asap ketahuannya jam 11 lewat, dari panel yang lantai 5. Intinya (kebakaran) bukan karena penghuni, ya karena kelistrikan," ungkapnya.
Proses evakuasi berlangsung sejak sekitar pukul 11.30 WIB tadi. Proses penanganan melibatkan petugas pemadam kebakaran bersama personel Polri, BPBD, PMI, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, serta tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Tanah Abang.
"Prioritas petugas di lokasi adalah memastikan keselamatan penghuni sekaligus melakukan penyisiran pada area apartemen," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Jumat (4/9).
25 Orang Dievakuasi
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 25 orang telah dievakuasi dalam keadaan selamat. Petugas masih melakukan penyisiran dan memastikan tidak ada penghuni yang tertinggal di dalam bangunan.
"Petugas gabungan masih melakukan evakuasi dan penyisiran serta memastikan seluruh penghuni dapat keluar dengan aman. Pendataan juga terus dilakukan sehingga perkembangan mengenai kondisi penghuni akan kami sampaikan setelah terverifikasi," kata Reynold.
Selain itu, kepolisian telah mengamankan area sekitar lokasi untuk mendukung proses pemadaman, pendinginan, dan evakuasi. Petugas juga melakukan pendataan serta meminta keterangan sejumlah saksi sebagai bagian dari penanganan awal kejadian.
Penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan setelah kondisi di lokasi memungkinkan, sementara petugas tetap memprioritaskan proses penanganan dan keselamatan penghuni.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengimbau masyarakat, khususnya penghuni dan keluarga penghuni Apartemen Pavilion, untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lokasi. Masyarakat juga diminta tidak mendekati area yang masih dalam proses penanganan agar tidak menghambat proses evakuasi dan kerja petugas.
Dugaan Penyebab Kebakaran
Kebakaran diduga disebabkan oleh kabel panel yang terbakar. Namun, saat proses penyelidikan masih dilakukan.
"Ya, kemungkinan, kemungkinan gitu ya, nanti dalam proses penyelidikan gitu ya, tetapi kemungkinan besar terkait dengan fenomena kelistrikan," kata Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara.
"Ini kan sebenarnya cerobong ya, shaft itu kan kabel, itu kan seperti cerobong, jadi dari mulai lantai atas ke bawah itu memang connect," imbuhnya.
Bayu mengatakan penyisiran dan pencarian dilakukan di setiap lantai apartemen. Dia mengatakan kebakaran diduga berasal dari lantai 4 atau 5 apartemen.
"Sampai di atas. Karena kan sifat asap itu kan dari bawah ke atas ya. Jadi kami mengevakuasi lantai per lantai sampai dengan saat ini masih kami lakukan," ujarnya.
Tonton juga video "Ini Dugaan Penyebab Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang"
(rdp/rdp)
















































