Empati untuk Korban Gempa NTT, Malam Merdeka di Monas-HI Tanpa Kembang Api

1 week ago 10

Jakarta -

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) tetap menggelar Malam Merdeka dalam rangka HUT ke-81 RI di Jakarta. Namun, rangkaian acara disesuaikan dengan situasi terkini setelah gempa bumi melanda sejumlah wilayah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemerintah mengajak masyarakat tetap merayakan kemerdekaan dengan penuh empati dan tidak berlebihan. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pihaknya juga akan menunda pertunjukan kembang api.

"Beberapa upaya memang ada beberapa agenda, ada satu agenda yang kita tunda dulu, kembang api, fireworks. Karena itu kan terlalu bagaimana begitu ya," kata Riefky dalam konferensi pers di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Riefky mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi musibah gempa. Selain menunda kembang api, pesan solidaritas untuk korban gempa NTT akan ditampilkan dalam rangkaian pertunjukan Malam Merdeka.

"Nanti juga di video mapping di Monas maupun drone juga ada tampilan 'Pray for NTT', semacam itu. Itu juga bagian untuk menyampaikan situasi batin kita," ujarnya.

Sementara itu, Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Bakom RI Fadh Pahdepie menyampaikan pemerintah turut berduka atas bencana gempa yang terjadi di NTT dan Simalungun, Sumatera Utara. Dia mengatakan pemerintah telah bergerak sejak menerima informasi terkait bencana tersebut. Presiden Prabowo Subianto juga telah memerintahkan jajaran pemerintah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

"Di kesempatan pertama ini, kita sampaikan bahwa pemerintah menyampaikan dukacita yang mendalam kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah ini, baik di NTT, di Sumba, dan di wilayah-wilayah lain di seluruh Indonesia," kata Fadh.

Menurut Fadh, suasana duka akibat bencana tidak berarti membuat masyarakat harus kehilangan momentum untuk bersyukur atas kemerdekaan. Namun, perayaan harus dilakukan dengan tenggang rasa dan solidaritas.

"Jadi memang di satu sisi kita mengalami atau menghadapi suasana duka, tapi juga kebahagiaan dan rasa syukur terus harus berlanjut," ujarnya.

Tonton juga video "Potret Pasien RSUD Dirawat di Tenda Darurat Usai Gempa NTT"

(bel/zap)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |