loading...
Ji Chang Wook. Foto/Instagram
JAKARTA - Aktor Korea Ji Chang Wook merasa prihatin dengan bencana banjir yang melanda di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebagai salah satu artis yang sering mengunjungi Indonesia, ia memberi perhatiannya pada bencana banjir yang tengah menimpa beberapa daerah di Pulau Sumatera itu.
Keprihatinannya tersebut disampaikan saat menghadiri press conference serial terbarunya berjudul ABRACADABRA: The Galaxy of Ultimate Healing di Ice Palace, Lotte Mall, Jakarta pada Jumat (28/11/2025), Ji Chang Wook mengungkap rasa prihatinnya. Ia berharap pemulihan di wilayah yang terdampak bencana bisa segera normal.
"Saya ingin menyampaikan rasa simpati serta belasungkawa kepada korban terdampak di bagaian Sumatera, Indonesia," ucap Ji Chang Wook.
Baca Juga : Aktor Park Seo Joon Pamer Momen Seru Liburan di Bali, Penggemar Heboh Lagi!
Potongan video ucapan aktor Korea tersebut juga tersebar di media sosial X. Salah satunya diunggah akun @lysmchanu. Postingan itu lantas menuai beragam reaksi warganet.
Mereka salut terhadap kepedulian Ji Chang Wook yang merupakan warga negara asing, namun turut berempati terhadap apa yang terjadi di Indonesia. Bahkan tindakan tersebut dinilai belum dilakukan oleh pemerintah Indonesia, mulai dari pemimpin tertingginya.
"bahkan akun resmi kepresidenan belum ngomong apa-apa padahal udah H+3," tulis akun X @naevee_.
"ji chang wook aja concern, pemerintah malah diam," tulis akun @snoozearea.
Baca Juga : Deretan Drama Korea Wajib Tonton Desember 2025, Ada Park Seo Joon hingga Hyun Bin
"malu, lebih cepat speak up org luar drpd pemerintah negara sendiri," tulis akun @twugemini.
Sebagai informasi, jumlah korban tewas bencana Sumatera yang melanda provinsi Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat kini bertambah menjadi 316 orang. Data tersebut dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (30/11/2025).
Sementara untuk korban akibat banjir bandang dan longsor yang hilang mencapai 289 jiwa. Tim gabungan TNI/Polri hingga kini terus berupaya membuka jalan di sejumlah daerah yang terisolir. Butuh waktu beberapa hari untuk membuka akses mobilisasi warga maupun pihak yang ingin memberikan bantuan.
(wur)

















































