⁠Dugaan Child Grooming di Sekolah Tangsel Mulai Diselidiki Polisi

4 hours ago 2
Jakarta -

Belakangan viral unggahan soal dugaan manipulasi psikologis terhadap anak atau child grooming oleh kepala sekolah inisial AMA terhadap siswi di salah satu SMK swasta di Pamulang, Tangerang Selatan. Polisi mulai menyelidiki dugaan tersebut.

Dalam unggahan yang viral, sejumlah akun anonim membagikan cerita dan pengakuan terkait perilaku di lingkungan sekolah tersebut. Salah satu unggahan menyinggung pendekatan kepala sekolah kepada siswi tertentu.

Kepala sekolah disebut membuat pola pendekatan kepada siswi yang kurang mendapat perhatian dari ayah atau fatherless. Peristiwa itu disebut sudah terjadi berkali-kali.

"Kemarin kita lakukan penyelidikan berdasarkan dari hasil patroli siber terdapat beberapa link berita viral di medsos," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (16/5/2026).

Wira mengatakan AMA mendatangi Polres Tangerang Selatan untuk berkonsultasi terkait pemberitaan yang viral ini. Ia mengatakan AMA juga telah diperiksa oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

"Di tengah kami lakukan penyelidikan ke sekolahan, kami dapati informasi bahwa Saudara AMA tiba di Polres Tangerang Selatan untuk mengkonsultasikan berita yang sedang beredar di media sosial.

Kemudian Unit PPA langsung mengambil keterangan yang bersangkutan hingga kurang lebih pukul 23.00 WIB," tuturnya.

Belum Ada Laporan

Wira mengatakan korban belum membuat laporan polisi (LP) hingga saat ini. Ia juga belum bisa menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap AMA karena masih dalam proses penyelidikan.

"Kalau terkait hasil pemeriksaan, kita belum bisa share dulu karena masih dalam proses penyelidikan," ujarnya.

Lebih lanjut, Wira menegaskan Polres Tangsel tidak melakukan atau mengawal mediasi apapun terkait perkara ini. Ia mengatakan pihaknya masih menyelidiki perkara ini untuk mencari fakta dan kebenaran yang terjadi.

"Saya tegaskan dari Polres Tangerang Selatan tidak melakukan mediasi apapun ataupun mengawal untuk proses mediasi. Kami di posisi untuk memfaktakan terlebih dahulu informasi yang beredar di tengah masyarakat dalam proses penyelidikan," tuturnya.

Sebagai informasi, Komnas Perempuan menyebut child grooming merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang menyasar anak, terutama perempuan, melalui relasi kuasa yang timpang, manipulasi emosional, dan normalisasi perilaku seksual.

Pola child grooming umumnya muncul melalui strategi pelaku yang memosisikan diri sebagai teman dekat dan pendengar, memberikan hadiah serta validasi berlebihan, melakukan normalisasi seksual secara bertahap, meminta relasi dirahasiakan untuk mengisolasi anak dari lingkungan pendukung, memanipulasi rasa bersalah dan takut, hingga berujung pada ancaman dan pemerasan seksual agar korban terus menuruti kehendaknya.

Kepsek Dipecat

Pihak yayasan mengambil tindakan tegas usai dugaan kepsek melakukan child grooming. Pihak yayasan pun menegaskan oknum kepala sekolah itu saat ini bukan bagian dari mereka lagi.

"Sebagai bentuk tanggung jawab institusi dalam menjaga nilai-nilai pendidikan, etika, serta integritas lingkungan sekolah, per hari ini Yayasan secara resmi menetapkan bahwa yang bersangkutan tidak lagi terafiliasi dengan (pihak yayasan) secara permanen," bunyi unggahan akun Instagram @letrispamulangofficial yang dilihat, Sabtu (16/5/2026).

Yayasan pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh orang tua murid. Sebab, karena kasus ini sekolah mereka menjadi sorotan publik.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh orang tua siswa, siswa-siswi, serta masyarakat luas atas ketidaknyamanan dan perhatian publik yang muncul dalam beberapa waktu terakhir," katanya.

Terakhir, yayasan berkomitmen akan tetap menjaga profesionalitas dan rasa aman kepada semua pihak.

(azh/fas)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |