Dubes Kehormatan WHO Yohei Sasakawa Minta Penderita Kusta Tak Didiskriminasi

4 hours ago 5

loading...

Duta Besar Kehormatan WHO untuk Pemberantasan Kusta, Yohei Sasakawa menekankan upaya memerangi penyakit kusta harus dilakukan bersama lewat pendekatan bahwa kusta bukanlah penyakit kutukan. Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA - Duta Besar Kehormatan Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) untuk Pemberantasan Kusta, Yohei Sasakawa berkomitmen memberantas penyebaran penyakit kusta di Indonesia. Lewat Sasakawa Health Foundation (SHF), pria berusia 87 tahun itu menekankan upaya memerangi penyakit kusta harus dilakukan bersama lewat pendekatan bahwa kusta bukanlah penyakit kutukan.

"Yang terpenting adalah mengobati dan membebaskan orang-orang ini dari diskriminasi dan memberi mereka simpati. Saya juga berharap kita bersama-sama dalam melakukan pendekatan demi menghilangkan kusta dengan baik," kata Yohei Sasakawa dalam acara Media Briefing di Wisma Habibi-Ainun, Kuningan, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Baca juga: Prevalensi Kusta pada Anak Tinggi, Ini Upaya Kemenkes

Sasakawa sangat memperhatikan penyebaran penyakit ini di Indonesia. Pasalnya, Indonesia menjadi negara top 3 terbanyak penderita kusta. Penyebaran kusta diperparah dengan minimnya edukasi masyarakat bahwa kusta bisa disembuhkan dan bukan penyakit yang mudah menular.

"Sebagaimana kita tahu kusta memiliki tanda-tanda medis dan juga mendapat masalah stigma karena banyak diskomunikasi yang harus diatasi. Saya juga berharap kita bersama-sama dalam melakukan pendekatan demi menghilangkan kusta dengan baik," kata Sasakawa.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun menyambut baik komitmen Sasakawa. Ia berharap pemberantasan kusta bisa lebih komorehensif dan dilakukan bersama-sama dengan memberi edukasi yang baik kr masyarakat.

"Jadi kalau teman teman itu mengisolasikan membuang saudaranya kalau kena lepra itu disinformasi itu. Nggak ada scientific evidence-nya. Dan scientific evidence-nya begitu kita kena bakteri lepra, kita meminum itu antibiotik kurang dari seminggu dia berhenti menular," ujarnya. Baca juga: WHO Ungkap Lebih dari 16.500 Orang di Gaza Butuh Perawatan Medis Mendesak

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Habibie Center, Ilham Akbar Habibie mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan Sasakawa Foundation dan Kemenkes untuk bersama memerangi kusta di Indonesia. ”Habibi Center itu semuanya mengenai demokrasi. Jadi demokrasi itu tentu ada banyak faktornya. Dan tentu, seperti yang saya sebutkan, kesehatan merupakan salah satunya," tuturnya.

(poe)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |