Disiram Air Keras, Aktivis KontraS Alami Luka Bakar di Dada, Lengan, dan Wajah

4 hours ago 8

Jakarta -

Polri mengungkap kondisi Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Disebutkan, Andrie Yunusmengalami mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh setelah diduga disiram air keras oleh orang tak dikenal.

"Polres Jakarta Pusat (telah) meminta visum et repertum awal terhadap kondisi luka dari saksi korban AY. Ada beberapa bagian tubuh yang kemudian terkena: dada, ada wajah, dan tangan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Salemba, Senen, Jakarta Pusat. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana penganiayaan berat.

"Tentang adanya tindak pidana penganiayaan berat, sebagaimana Pasal 467 ayat 2 dan atau 468 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," lanjut dia.

Isir menyampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi atensi khusus terhadap penanganan kasus tersebut. Penanganan perkara dilakukan oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat dengan dukungan dari Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.

Menurut Isir, penyidik saat ini tengah melakukan serangkaian langkah penyelidikan, termasuk pengecekan tempat kejadian perkara dan pengumpulan alat bukti digital seperti rekaman kamera pengawas (CCTV).

"Pengumpulan berbagai alat bukti digital, termasuk CCTV, sedang dalam proses analisis lebih lanjut agar pelaku dapat segera teridentifikasi," ujarnya

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi. Sejauh ini, dua orang saksi telah dimintai keterangan dan jumlah tersebut dimungkinkan bertambah seiring pendalaman kasus.

"Saksi yang di-interview adalah yang bersama-sama dengan pihak korban, yang menolong korban," tuturnya.

Dia menambahkan korban saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Polri berharap kondisi korban segera pulih. Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui rangkaian peristiwa tersebut untuk memberikan informasi kepada penyidik.

"Kami pastikan masyarakat yang memberikan informasi akan mendapatkan perlindungan," ujar Isir memastikan.

Isir menegaskan kepolisian berkomitmen mengusut tuntas perkara tersebut secara profesional dan berbasis penyidikan ilmiah hingga pelaku dan motifnya terungkap.

"Polri akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang mengungkap dan menangkap pelakunya, siapa pun dia," pungkas Isir.

Di sisi lain, Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan penyerangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada pukul 23.00 WIB, Kamis (12/3) malam, setelah sebelumnya korban melakukan podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk 'Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia'.

Pascaperistiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen.

"Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM, yang apabila merujuk pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 tentang Prosedur Perlindungan Terhadap Pembela HAM," jelas Dimas.

Dimas meminta aparat penegak hukum menyelidiki kejadian ini secara menyeluruh. Pihaknya berharap polisi dapat mengungkap pelaku dan motif di balik penyiraman air keras tersebut.

"Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil. Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut. Mengingat, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia," kata Dimas.

(ond/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |