Serang -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melakukan surveilans atau pemantauan kasus campak di wilayahnya yang mengarah pada Kejadian Luar Biasa (KLB). Sampai saat ini telah ditemukan lebih dari 2.000 suspek campak.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Astuti mengatakan, pada 2025, terdapat sekitar 6.000 suspek campak. Dari angka tersebut, sekitar 510 kasus dinyatakan positif campak.
"Berbekal dari situ, otomatis kita menganggap ini mengarah ke KLB (Kejadian Luar Biasa). Maka kita harus antisipasi di tahun 2026. Sejak Januari kemarin kita sudah mempersiapkan, dan dari data yang masuk sampai dengan Maret, dengan surveilans aktif kembali yang terus kita lakukan sampai di level puskesmas, diperkirakan sudah ada 2.000 lebih yang suspek," kata Ati di Kota Cilegon, Jumat (13/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ati menyebut 2.000 kasus tersebut tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Banten. Namun dari angka tersebut satu orang dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan di Kota Tangerang.
"Kenapa kita galakan (surveilans), Maret dapat 2.000, kita tak boleh kecolongan. Meski campak tanpa komplikasi potensi kesembuhannya besar. Baru bergejala pun kita arahkan ke kondisi campak," katanya.
Saat ini, dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota sedang meningkatkan vaksinasi atau imunisasi campak. Petugas menyasar anak-anak untuk mendapatkan vaksin MR1, MR2, maupun MR3.
"Kalau BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) nanti untuk anak sekolah di bulan Agustus. Di beberapa kabupaten seperti Pandeglang, kita sedang lakukan ORI (Outbreak Response Immunization), yaitu penyuluhan langsung dan imunisasi yang digalakkan secara menyeluruh. Di beberapa kabupaten/kota lain, kita juga sedang mengejar imunisasi kejar. Jadi, anak-anak yang tertinggal imunisasinya kita lengkapi," katanya.
Ati pun mengingatkan campak merupakan penyakit menular. Dia mengimbau orang tua peka dan menghindari penyebaran campak di masa Lebaran seperti saat ini.
"Anak-anak usia rentan, anak yang baru lahir dibawa mudik Lebaran, jangan terlalu banyak disentuh oleh anggota keluarga atau orang lain, kecuali tangan mereka dalam kondisi pasti bersih. Hand sanitizer harus tetap dibawa selama mudik," katanya.
Di masa mudik ini, Ati menyebut ada 94 posko kesehatan lapangan. Di posko tersebut, pemudik bisa mendapatkan beberapa fasilitas, termasuk vaksin campak.
"Di setiap posko, kami menyediakan layanan lengkap, mulai dari pengobatan, pencegahan (cek darah gratis), edukasi, hingga pilihan alternatif tradisional seperti pemijatan dan jamu gratis. Dan yang penting, karena potensi KLB tadi, kami menyediakan vaksin campak di setiap posko," katanya.
Saksikan Live DetikSore :
Lihat juga Video: IDAI Ingatkan Pentingnya Herd Immunity untuk Lindungi Anak Rentan dari Campak
(aik/idn)

















































