Dewan Pers Soroti Banyaknya Berita Palsu, Ingatkan Verifikasi Sumber

1 week ago 5
Tangerang Selatan -

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengungkap peran penting media massa dalam menyebarkan informasi di tengah maraknya era disinformasi. Ia mengungkit nilai tabayun dalam agama Islam yang sangat relevan dengan proses verifikasi dalam penerbitan sebuah berita.

"Berita itu dalam Islam punya tradisi untuk dilakukan tabayun, verifikasi," kata Komaruddin dalam sambutannya pada acara Peringatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Tangerang Selatan, Kamis (13/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komaruddin menyebut banyak berita yang beredar saat ini merupakan berita palsu. Ia pun menyamakan istilah disinformasi dengan istilah dalam agama Islam, yaitu dhaif.

"Dalam tradisi Islam, ada kitab hadis, diklasifikasi ada hadis mutawatir, hadis sahih, hadis dhaif, hadis palsu, itu ada klasifikasinya. Nah, berita hari ini banyaknya dhaif dan palsu. Banyak sekali disinformasi. Padahal masyarakat itu kebutuhan pada informasi layaknya kebutuhan pada udara dan air minum," katanya.

Komaruddin menyoroti kebiasaan masyarakat saat ini yang rutin mengonsumsi informasi dari handphone. Hal tersebut dinilainya menjadikan informasi sebagai kebutuhan pokok bagi masyarakat.

"Begitu bangun tidur, yang dipegang bukan air minum, tetapi handphone. Menjelang tidur, yang dilihat bukan lagi cangkir kopi, tetapi handphone. Ketika rapat pun selingannya bukan minum, tetapi handphone. Jadi betapa informasi itu telah menjadi kebutuhan melebihi kebutuhan pada angin dan juga air. Menjadi persoalan ketika informasi itu kemudian terpolusi, dan itu yang terjadi sekarang ini," jelasnya.

Oleh karena itu, Komaruddin meminta media massa terus mencerahkan. Menurutnya, media massa harus mampu menyajikan informasi yang benar dan berkualitas.

"Maka keterlibatan, kehadiran, misalnya media-media seperti milik Muhammadiyah dan tokoh-tokoh lainnya di sini sangat bagus. Arahnya memberikan pencerahan, tetapi juga sekaligus memberikan bobot bahwa informasi yang beredar di masyarakat itu harus berkualitas. Dan itu penting sekali," ujar Komaruddin.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan sumber pembawa informasi dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi. "Makanya dalam tradisi kita itu selalu melihat siapa yang berbicara, dari mana sumbernya. Jadi jangan mudah percaya," imbuhnya.

Tonton juga video "MK Tegaskan Karya Jurnalistik Wartawan Tak Bisa Langsung Dituntut Pidana-Perdata"

(isa/isa)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |