Detik-detik Aktivis KontraS Disiram Air Keras Terekam CCTV

4 hours ago 5

Jakarta -

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat. Detik-detik insiden tersebut terekam kamera pengawas (CCTV).

Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat awalnya pelaku diduga dua orang pria yang berboncengan motor melintas di lokasi. Keduanya memutar balik motornya hingga berpapasan dengan korban.

Korban yang saat itu mengendarai motor disiram air keras oleh pelaku. Seketika korban merasa kepanasan dan menjatuhkan motornya di pinggir jalan hingga berteriak histeris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aah... aah... aah.... panas... panas... panas. Air keras... air keras. Ya Allah tolong, air keras... air keras... air keras," teriak korban, dilihat detikcom dalam CCTV, Jumat (13/3/2026).

Korban seketika membuka pakaiannya. Terlihat baju korban koyak dan badannya melepuh akibat siraman air keras.

Teriakan korban seketika mengundang perhatian warga. Warga berdatangan mendatangi korban, bahkan ada yang membawa senjata tajam.

"LBH ya? LBH?" tanya warga.

"KontraS," jawab korban.


Polisi Selidiki

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya kejadian tersebut dan memastikan pihak kepolisian saat ini masih mendalami peristiwa tersebut. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Kamis (12/3) malam.

"Kami membenarkan adanya peristiwa dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap seorang korban di kawasan Salemba, Jakarta Pusat," kata Kombes Budi Hermanto dalam keteranganya, Jumat ( 13/03/2026).

Budi Hermanto mengatakan korban telah mendapatkan penanganan medis di RSCM usai mengalami luka pada sejumlah bagian tubuh.

"Saat ini korban telah mendapatkan penanganan medis di RSCM, dan kepolisian sedang melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut," imbuhnya.

Kombes Budi menegaskan, Polda Metro Jaya akan menangani kasus ini secara serius dan profesional. Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor.


Tanggapan KontraS

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan penyerangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada pukul 23.00 WIB, Kamis (12/3) malam, setelah sebelumnya korban melakukan podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk 'Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia'.

Pascaperistiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen.

"Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM, yang apabila merujuk pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Prosedur Perlindungan Terhadap Pembela HAM," jelas Dimas.

Dimas meminta agar aparat penegak hukum menyelidiki kejadian ini secara menyeluruh. Pihaknya berharap polisi dapat mengungkap pelaku dan motif di balik penyiraman air keras tersebut.

"Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil. Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut. Mengingat, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia," kata Dimas.

Saksikan Live DetikSore :

(mea/dhn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |