Dermaga di Pelabuhan Merak Diminta Ditambah demi Atasi Antrean Panjang

5 hours ago 4

Cilegon -

Sebanyak 72 kapal feri di lintas Merak-Bakauheni siaga untuk mengangkut pemudik tujuan Jawa-Sumatera. Dermaga di kedua pelabuhan ini dinilai masih kurang.

Kekurangan dermaga ini terasa saat masa mudik Lebaran maupun Natal dan tahun baru. Kepadatan di pelabuhan Merak kerap terjadi karena daya angkut melebihi kapasitas pelabuhan.

"Kita lihat ya setiap kali apa ini di lintasan Merak-Bakauheni selalu terjadi antrean-antrean panjang. Kenapa antrean panjang ini? Padahal kapalnya ditambah terus setiap tahun ya," kata Ketua Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap), Bambang Haryo, di Merak, Jumat (13/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kita tahu bahwa ternyata Kapal-kapal yang ditambah ini yang jumlahnya sekarang sudah 72 itu yang bisa beroperasi hanya 28 kapal. 28 kapal itu di tujuh dermaga," imbuhnya.

Bambang mengatakan satu dermaga hanya bisa disandari 4 kapal. Pola ini dinilai kurang maksimal untuk mengangkut penumpang, khususnya pemudik yang tiap tahun bertambah.

"Jadi satu dermaga itu empat kapal. Sehingga apa 44 kapal atau sekitar 60% lebih kapal itu tidak dioperasikan. Bayangkan di saat-saat peak, di saat-saat angkutan membutuhkan angkutan tidak ada. Kenapa begitu? Karena kurangnya dermaga," katanya.

Menurutnya, penggunaan Pelabuhan Ciwandan yang merupakan pelabuhan curah tak diperlukan lagi jika dermaga baru dibangun. Pembangunan dermaga dinilai akan mengurai kepadatan di lintas Merak-Bakauheni.

"Nah, ini perlu satu perhatian daripada pemerintah untuk segera merambah dermaga yang ada yang tadinya tujuh minimal tahun depan harus menambah sekitar tiga dermaga. Yang kita harapkan dengan tiga dermaga ini kita bisa menampung kurang lebih sekitar 12 kapal. Kalau 12 kapal itu sudah 50% dari total kapasitas angkut yang terpasang dan ini pasti akan menjadi lancar," katanya.

Menurut catatan Gapasdap, angkutan logistik yang menyeberang di lintas Merak-Bakauheni mengalami kenaikan sekitar 10-12 persen setiap tahun. Kondisi ini akan memicu kepadatan tambahan jika fasilitas pelabuhan tak ditambah.

"Karena apa? Kita tahu bahwa pertumbuhan daripada angkutan logistik logistik nih ini belum angkutan yang hubungannya dengan pariwisata dan sebagainya ya kendaraan pribadi termasuk sepeda motor dan lain-lain. Ini angkutan logistik saja rata-rata pertumbuhannya adalah 10 sampai 12%," katanya.

(idn/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |