Dalih Kepala Desa di Serang Pakai Narkoba Biar Semangat Kerja

16 hours ago 5
Serang -

Kepala Desa Undar Andir, Kabupaten Serang, bernama Khusni (KH) ditangkap Polda Banten terkait kasus narkotika jenis sabu. Ia berdalih memakai narkoba agar semangat kerja.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan awalnya polisi mendapat informasi terkait peredaran narkotika dan menangkap DA pada Jumat (21/8) di Jalan Lingkar Selatan, Kabupaten Serang, sekitar pukul 17.10 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari informasi DA, polisi menangkap Khusni (KH) di parkiran minimarket dekat Alun-alun Kramatwatu, Kabupaten Serang, pada pukul 18.30 WIB.

"Dari KH tidak ditemukan barang bukti narkotika, namun hasil tes urine menunjukkan positif mengandung amphetamine," ujar Maruli kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).

Beli Narkoba di Tanah Abang

Polisi kemudian mengembangkan penyidikan hingga berhasil menangkap pria berinisial RR pukul 18.47 WIB di Serang. Pelaku RR dan DA mengaku mendapatkan narkotika itu usai melakukan transaksi di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Hasil pemeriksaan mengungkapkan bahwa DA dan RR memperoleh narkotika tersebut setelah mengambil sabu di wilayah Tanah Abang pada Minggu, 16 Agustus 2026," katanya.

"DA dan RR membawa narkotika tersebut ke rumah RR dan membaginya, dengan DA mendapatkan sekitar 20 gram dan RR sekitar 70 gram untuk diedarkan," katanya.

Sementara itu, Kasubdit III Reserse Narkoba AKBP Andie Firmansyah menyebut Khusni menggunakan narkoba jenis sabu sejak 2019. Saat ini, ia menjalani masa rehabilitasi di Bogor.

"Hasil pemeriksaan, KH yang aparat desa, hanya pengguna narkotika, menjalani rehab," ujarnya.

Narkoba untuk Semangat Kerja

Khusni mengonsumsi awalnya coba-coba pada tahun 2019. Dia terpilih menjadi kepala desa sejak 2021.

"Awalnya hanya coba-coba, setelah itu ketagihan dan berlanjut sampai dengan beberapa kali menggunakan sabu," kata Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Banten Kombes Wiwin Setiawan, Jumat (28/8).

Wiwin menyebut kades tersebut mengonsumsi sabu sebagai penyemangat kerja. Padahal, menurut Wiwin, anggapan tersebut salah.

"Yang bersangkutan menggunakan sabu untuk penyemangat kerja keterangannya," katanya.

(rdp/lir)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |