Bima Arya Sebut Kepala Daerah sebagai Petarung di Tengah Lima Tantangan

20 hours ago 5

Jakarta -

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyebut kepala daerah sebagai 'petarung'. Sebab, kepala daerah harus menghadapi beragam tantangan dalam menjalankan kepemimpinan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Bima dalam acara Pemimpin Daerah Awards 2026 di Jakarta Concert Hall (JCH), Gedung iNews Tower, MNC Center, Jakarta, Kamis (27/8). Bima mengatakan setiap pemimpin memiliki tantangan sesuai dengan zamannya. Menurutnya, kepala daerah saat ini setidaknya menghadapi lima tantangan utama.

Pertama, kepala daerah harus mengawal program strategis nasional. Kedua, merealisasikan janji-janji kampanye kepada masyarakat. Ketiga, tetap fokus memberikan pelayanan dasar dan memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan. Keempat, bekerja di tengah algoritma media kekinian yang sangat tajam dan kritis. Kelima, menjalankan tugas dalam koridor hukum yang jelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau hari ini kemudian, para kepala daerah itu menerima penghargaan, mereka memang para petarung. Di retret, kami menyebut mereka para petarung," kata Bima pada keterangan tertulis, Jumat (28/8/2026).

Ketangguhan dan konsistensi tinggi sangat dibutuhkan dalam menjaga kualitas pelayanan masyarakat. Penghargaan ini diharapkan tidak sekadar menjadi simbol pencapaian pribadi sang kepala daerah. Trofi ini merupakan wujud apresiasi nyata bagi seluruh pihak pelaksana program pro-rakyat.

Penghargaan semacam ini diharapkan sanggup memantik inspirasi luas bagi publik. Mewakili Mendagri, Bima turut memberikan selamat kepada seluruh kepala daerah terpilih.

"Atas nama Bapak Mendagri, kami menyampaikan selamat kepada para petarung yang telah membuktikan bisa bekerja dan terus fokus melayani rakyat di tengah berbagai macam keterbatasan," ungkapnya.

Pemimpin Daerah Awards 2026 merupakan panggung apresiasi garapan iNews Media Group. Ajang ini menyoroti sosok pemimpin dan institusi daerah paling sukses melahirkan inovasi. Deretan pejabat negara hingga kepala lembaga turut memeriahkan malam penganugerahan tersebut.

Penghargaan tingkat nasional diberikan kepada sejumlah kementerian dan lembaga atas kontribusi pembangunan daerah. Kemendagri diapresiasi berkat percepatan program prioritas nasional, disusul Bakom RI atas transformasi komunikasi digital. Kementerian UMKM bersama Kementerian Koperasi juga menerima trofi atas akselerasi kolaborasi ekonomi kerakyatan.

Kategori Pelayanan Publik sukses diborong oleh Pemkot Makassar, Pemkot Malang, Polres Bogor, hingga Pemkab Halmahera Timur, Pasuruan, Sumedang, Tangerang, dan Karawang. Pemprov Banten kemudian memimpin raihan penghargaan Kategori Pembangunan Infrastruktur. Prestasi serupa disusul oleh Pemkot Serang, Pemkot Pekanbaru, serta Pemkab Lamongan, Subang, dan Aceh Tamiang.

Sektor Pembangunan Ekonomi Daerah dimenangkan oleh Pemkot Surabaya, Magelang, Batam, bersama Pemkab Kendal, Gayo Lues, dan Aceh Barat Daya. Kategori Inovasi Daerah diraih Pemkot Banda Aceh, Jambi, Sungai Penuh, Medan, Subulussalam, serta Pemkab Malinau. Terakhir, Pemkot Bandar Lampung muncul sebagai pemenang pada Kategori Pengembangan Pariwisata dan UMKM.

(akn/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |