Bogor -
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia disambut meriah oleh warga RW 16 Perumahan Bumi Indraprasta II, Kelurahan Tegal Gundil, Kota Bogor. Masyarakat tampak khidmat mengikuti upacara kemerdekaan dalam balutan aneka ragam busana tradisional di Taman DKR, pagi ini.
Pemandangan menarik terlihat dari jajaran petugas upacara yang kompak mengenakan ragam pakaian adat nusantara. Ketua RW 16 Agus Junaidi selaku Inspektur Upacara tampil gagah dengan busana adat Aceh. Sementara itu, Komandan Upacara Sumarwoto mengenakan pakaian adat khas Jogja.
Tokoh masyarakat lainnya turut melengkapi keberagaman di lapangan upacara. Supriyadi yang bertindak sebagai ketua panitia mengenakan pakaian adat Betawi. Selain itu, pemandu acara atau MC mengenakan busana adat Kalimantan dan dirigen paduan suara memakai pakaian adat Batak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratusan tamu undangan beserta peserta upacara dari RT 01 hingga RT 04 tidak kalah antusias meramaikan dress code tahun ini. Lapangan Taman DKR dipenuhi warga yang tampil menawan mengenakan busana adat Palembang, Batak, Madura, Kalimantan, hingga Sunda.
Selain balutan busana adat, perhelatan tahun ketiga ini terasa semakin istimewa berkat munculnya wajah-wajah baru dari generasi muda. Komandan Upacara Sumarwoto mengungkapkan adanya perubahan positif dari komposisi petugas upacara dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menceritakan pelaksanaan upacara di tahun-tahun awal sebelumnya mayoritas didominasi oleh para orang tua. Kini, peran krusial tersebut telah dipercayakan sepenuhnya kepada generasi muda di lingkungan RW 16.
"Tahun ketiga ini sudah mulai melibatkan anak-anak muda untuk petugas upacara. Awalnya orang-orang tua saja, tapi sekarang petugas pengibaran bendera, pembaca Undang-Undang Dasar 1945, pembaca teks proklamasi sudah anak-anak muda," kata Sumarwoto pada keterangan tertulisnya, Senin (17/8/2026).
Sumarwoto juga berpesan agar generasi muda dan seluruh warga tetap menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika tantangan zaman. Perbedaan pandangan dinilai sebagai hal wajar asalkan tidak merusak fondasi persatuan nasional.
"Rakyat boleh tidak suka dengan program pemerintah ataupun ingin memprotes, tapi jangan lupa kita nggak boleh melupakan Indonesia. Suka atau tidak suka bangsa ini harus diselamatkan, harus dilanjutkan perjuangannya," tegasnya.
Persiapan perhelatan ini sendiri telah dimatangkan secara gotong royong sejak awal Agustus. Ketua RW 16 Agus Junaidi mengapresiasi dukungan penuh dari seluruh lapisan warga dalam menyukseskan gelaran tahunan ini.
"Di sini kami di RW 16 menyelenggarakan upacara. Adapun persiapan kami dari awal Agustus sudah bikin persiapan untuk diinformasikan ke RT 1, 2, 3, dan 4," ujar Agus.
Agus menambahkan seluruh warganya antusias memberikan dukungan dari berbagai segi. "Semua mendukung ketua RT dengan bahu-membahu baik dari segi keuangan maupun dari segi makanan, semua terlibat di RT masing-masing," tambahnya.
Keseruan peringatan kemerdekaan ini juga ditopang oleh proses latihan rutin yang konsisten. Supriyadi mengungkapkan persiapan latihan bahkan sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu.
"Kita melaksanakan kegiatan ini kita mulai dari Juni. Latihan-latihan kita mulai dari Juni sehingga kita mengumpulkan warga," kata Supriyadi.
Seluruh dana operasional acara diketahui berasal murni dari hasil swadaya masyarakat setempat.
"Nah semua dana yang ada ini kita dari swadaya masyarakat dan warga. Sehingga mudah-mudahan ini dapat mempersatukan warga," imbuhnya.
Semangat keberagaman berbalut pakaian adat dan keterlibatan anak muda ini sejalan dengan pesan kebangsaan dari Ketua RT 2, Desman. Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah masyarakat.
"Tugas kita itu sekarang bukan lagi berperang tapi mengisi kemerdekaan itu. Syarat pertama satu adalah jangan terpecah belah," pungkas Desman.
Tonton juga video "Antusias Warga Ikut Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka"
(anl/ega)

















































