Andrie Yunus Perdana Bicara Usai Disiram Air Keras: Saya Akan Tetap Kuat

5 hours ago 5

Jakarta -

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungan yang diberikan untuk mengawal kasus penyiraman air keras terhadapnya. Andrie menyebut penyiram air keras itu sebagai orang-orang yang pengecut.

"Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut," kata Andrie dalam rekaman suara yang dibagikan KontraS melalui akun Instagram, dilihat Jumat (3/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andrie mengaku akan tetap kuat dan tegar. Tentu, katanya, hal itu karena dukungan penuh dari berbagai pihak.

"Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, tentu dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian, a luta continua! panjang umur perjuangan!" kata Andrie.

KontraS dalam unggahan itu menyebutkan rekaman suara Andrie diambil pada 1 April 2026. KontraS menyebut Andrie saat ini masih dalam perawatan intensif di ruang HCU RSCM.

"rekaman suara ini diambil pada 1 April 2026. Saat ini Andrie Yunus masih dalam perawatan intensif di ruang HCU. Baik pasien, keluarga, kuasa hukum maupun pihak RS melarang kunjungan dari siapa pun," tulis KontraS.

"Pasien berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, serta perlindungan terhadap privasi dan ketenangan selama masa perawatan dan hal ini dijamin oleh Undang-Undang," tulisnya lagi.

Seperti diketahui, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3) malam. Puspom TNI kemudian menangkap empat orang yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Keempatnya diketahui merupakan anggota Denma Bais TNI dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

"Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma Bais TNI, bukan dari satuan mana-mana, tapi dari Denma Bais TNI," kata Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto saat konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3).

Adapun keempat tersangka berinisial NDP, SL, BHW, dan ES. Puspom TNI tengah melakukan pendalaman.

Kemudian baru-baru ini, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong TNI melakukan proses penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus secara transparan. Komnas HAM bahkan meminta identitas pelaku diumumkan kepada publik.

"Komnas HAM mendorong transparansi proses penegakan hukum antara lain segera mengumumkan identitas pelaku kepada publik, melibat pengawasan eksternal dalam proses penegakan hukum, memberikan akses kepada Komnas HAM untuk bertemu dan meminta keterangan tersangka," ujar komisioner Komnas HAM Saurlin P Siagian kepada wartawan, Jumat (3/4).

Komnas HAM diketahui sudah meminta keterangan sejumlah pejabat TNI terkait sejauh mana penanganan kasus teror air keras ini. Komnas HAM meminta keterangan kepada Danpuspom, Kababinkum HAM, dan Wakapuspen beserta jajaran.

(whn/dhn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |