Agus Jabo Soroti Perebutan SDA, Sebut Indonesia Harus Mandiri

6 hours ago 4

Jakarta -

Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Agus Jabo Priyono menegaskan pentingnya Indonesia menjadi negara mandiri dan berkepribadian kuat di tengah dinamika global yang semakin kompetitif, khususnya dalam perebutan sumber daya alam. Ia menilai kemandirian di sektor pangan dan energi menjadi kunci agar Indonesia mampu bertahan dan berdaulat.

Menurutnya, sejak era tribalisme hingga kapitalisme modern, sumber daya alam kerap menjadi pemicu konflik. Dalam kondisi tersebut, pihak yang memiliki kekuatan cenderung mencari legitimasi untuk menekan pihak yang lebih lemah demi menguasai sumber daya.

"Dalam banyak kasus, hukum dan demokrasi menjadi tidak lagi dominan. Yang berlaku adalah kekuatan dan kekuasaan. Konflik yang terjadi bukan lagi semata ideologis, tetapi lebih pada upaya mengamankan kepentingan masing-masing negara," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus Jabo menekankan, ketersediaan pangan dan energi merupakan syarat mutlak bagi sebuah negara untuk tetap berdiri kokoh. Oleh karena itu, kedaulatan di dua sektor tersebut harus menjadi prioritas utama.

"Negara akan kuat jika mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya. Industrialisasi dan hilirisasi sumber daya alam yang berdaulat, dengan berlandaskan Pasal 33 UUD 1945, menjadi fondasi utama untuk mencapai hal tersebut," katanya.

Ia menambahkan, kesejahteraan rakyat hanya bisa terwujud jika sumber-sumber kehidupan pokok dikelola secara berdaulat dan didistribusikan secara adil. Ia juga menyoroti pentingnya akses universal terhadap pendidikan, kesehatan, serta lapangan pekerjaan.

Menurutnya, negara harus memastikan seluruh warga, terutama usia produktif, memiliki pekerjaan, serta memberikan perlindungan bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan penderita penyakit katastropik.

Dalam konteks pemerintahan saat ini, Agus Jabo menilai berbagai program Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat.

"Hilirisasi sumber daya alam, kedaulatan pangan dan energi, program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, koperasi desa, hingga kampung nelayan adalah langkah konkret menuju kemandirian bangsa dan kemakmuran rakyat," jelasnya.

Namun, Agus Jabo juga mengingatkan mengenai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Ia menuding adanya kelompok tertentu yang hanya mengejar keuntungan pribadi dan berupaya menghambat program-program kerakyatan pemerintah.

"Ada kelompok yang saya sebut sebagai 'serakahnomics', yakni kekuatan imperialis dan oligarki yang ingin terus menguasai sumber daya alam Indonesia serta mengontrol ekonomi politik demi melindungi kepentingan kapitalnya," tegasnya.

Lebih lanjut, Agus Jabo menyoroti praktik korupsi yang dinilai masih menjadi penghambat kemajuan bangsa, serta adanya upaya mendelegitimasi program pemerintah melalui berbagai cara, termasuk provokasi dan upaya memecah belah masyarakat. Menurutnya, di tengah ketidakpastian global saat ini, Indonesia perlu memperkuat kesadaran kebangsaan dan persatuan nasional.

"Kesadaran sebagai satu bangsa dengan satu tujuan harus kembali menyala. Persatuan nasional adalah kunci untuk menyelamatkan kepentingan bersama," tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali pada jati diri nasional yang berlandaskan Pancasila dan meninggalkan praktik liberalisme yang dinilai merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, ia optimistis cita-cita Proklamasi untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, mandiri, adil, makmur, dan berkepribadian dapat tercapai.

"Kita harus memastikan tidak ada lagi ruang bagi imperialis, oligarki, dan koruptor di bumi Pancasila," tutupnya.

(akn/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |