800 Kasus Sengketa Pers Masuk Dewan Pers, 454 di Antaranya Berhasil Diselesaikan

3 hours ago 2

loading...

Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers Muhammad Jazuli (tengah) dalam konferensi pers penyampaian kinerja Dewan Pers di Kantor Dewan Pers, Jakarta pada Rabu (19/8/2026). Foto/Niko Prayoga

JAKARTA - Dewan Pers mengungkapkan laporan pencapaian dalam menangani sengketa pers dalam kurun waktu Januari hingga Juli 2026. Tercatat ada 800 laporan kasus yang diterima dan 454 di antaranya berhasil diselesaikan. Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers Muhammad Jazuli dalam Konferensi Pers Penyampaian Kinerja Dewan Pers di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Jazuli mengatakan, dalam kurun waktu selama tujuh bulan di awal tahun 2026, pihaknya sudah menerima sebanyak 800 laporan terkait kasus sengketa pers. Jumlah tersebut tercatat mengalami peningkatan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, Dewan Pers hanya menerima sekitar 600 laporan atau aduan. Selain itu, peningkatan juga terjadi pada tahun 2025 Dewan Pers menerima sekitar 1.280 laporan kasus sengketa pers.

"Hingga saat ini secara akumulatif, Januari sampai Juli 2026, terdapat 800 kasus yang diterima. Artinya, teman-teman sekalian perlu saya sampaikan bahwa angka ini jauh melonjak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. 2 tahun yang lalu 2024, dalam kurun waktu 1 tahun itu jumlah aduan yang masuk sebanyak 600 kasus," kata Jazuli.

Baca Juga: Dewan Pers Soroti Fenomena Ledakan Informasi di Ruang Publik, Didominasi Muatan Kurang Berkualitas

Dari 600 laporan tersebut, 454 di antaranya berhasil diselesaikan. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan ekuivalen sebesar 57,75 persen. Dari jumlah tersebut, kebanyakan laporan berasal dari tokoh publik, organisasi politik, perusahaan, aparat, lembaga serta individu yang merasa dirugikan oleh pemberitaan.

Menurutnya, kecenderungan itu menunjukkan bahwa isu utama dalam permasalahan sengketa pers bukan sekadar akurasi berita, melainkan keberimbangan, penggunaan sumber, hak jawab, dan dampak pemberitaan terhadap reputasi.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |