10 Info Terkini Perkara Aktivis KontraS Disiram Air Keras

8 hours ago 4
Jakarta -

Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, terus diusut. Polda Metro Jaya menyampaikan info-info terkini perihal perkara tersebut.

Dirangkum detikcom, Selasa (17/3/2026), penyiraman air keras tersebut diduga terjadi pada Kamis (12/3), sekitar pukul 23.30 WIB, di Jalan Salemba, Senen, Jakarta Pusat. Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat pelaku diduga dua orang pria yang berboncengan motor melintas di lokasi. Berikut info terkini mengenai kasus tersebut:

1. Polda Metro Pakai Scientific Crime Investigation

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan pihaknya terus menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Dia mengatakan kasus akan diusut menggunakan metode yang bisa dibuktikan secara ilmiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahwa sejak awal informasi diterima, jajaran Polda Metro Jaya dan Mabes Polri telah bergerak melakukan langkah-langkah kepolisian, menggunakan scientific crime investigation," kata Irjen Asep.

Dia mengatakan penyelidikan secara ilmiah itu dilakukan dari pengecekan terhadap kondisi dan keterangan korban, pengumpulan keterangan dari saksi-saksi, olah tempat kejadian perkara (TKP), pembuatan visum et repertum, hingga pengumpulan alat bukti lainnya.

Kasus penyiraman air keras ini diusut tim gabungan dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat dan juga Direktorat Reserse Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

"Semua tahapan ini dilakukan untuk memastikan, peristiwa yang terjadi dapat diungkap secara objektif berdasarkan fakta, alat bukti dan keterangan yang sah," jelasnya.

Asep mengatakan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakpus berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. Kepolisian akan mengusut tuntas kasus ini.

"Langkah tersebut dilaksanakan sesuai arahan Bapak Presiden serta instruksi Bapak Kapolri agar seluruh tahapan berjalan profesional, transparan, dan diusut hingga tuntas," ujarnya.

"Dalam proses pelaksanaannya kami mengedepankan prinsip kehati-hatian agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah terverifikasi sehingga tidak menimbulkan spekulasi maupun persepsi yang salah di tengah masyarakat," tambahnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (kanan) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (kiri) menyampaikan keterangan terkait perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3/2026). Polda Metro Jaya menyampaikan hasil penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus yang mengindikasikan empat terduga pelaku menggunakan dua sepeda motor berdasarkan analisis 86 titik CCTV serta menegaskan bahwa foto wajah pelaku yang viral di media sosial merupakan rekayasa AI dan juga Polri telah membentuk tim gabungan sebagai bentuk komitmen dalam mengusut kasus tersebut. ANTARA FOTO/Fauzan/nym.Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri (kanan) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto (kiri) menyampaikan keterangan terkait perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus (ANTARA FOTO/Fauzan/nym. Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN)

2. PMJ Hati-hati Usut Kasus Ini

Irjen Asep Edi Suheri menjamin pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dilakukan transparan dan profesional. Asep juga mengatakan pengungkapan kasus dilakukan prinsip kehati-hatian.

"Dalam pelaksanaannya kami mengedepankan prinsip kehati-hatian agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah terverifikasi sehingga tidak menimbulkan spekulasi maupun persepsi yang keliru di tengah-tengah masyarakat," ujar Irjen Asep.

Dia mengatakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pengusutan kasus dilakukan secara objektif.

"Kami menegaskan bahwa Polda Metro Jaya berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan dan akuntabel," jelasnya.

3. Polisi Ungkap Rute Pelaku Sebelum-Sesudah

Polisi mengungkap rute yang dilalui terduga pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus. Polisi mengatakan rute tersebut diketahui dari hasil pengecekan rekaman CCTV di sejumlah titik.

"Para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian. Pergerakan para terduga pelaku terdeteksi melalui beberapa titik kamera pengawas dengan jalur dimulai dari pergerakan para pelaku ini dari wilayah Jakarta Selatan menuju titik kumpul awal di Jalan Medan Merdeka Timur, sekitar Stasiun Gambir," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.

Iman mengatakan pelaku kemudian menyusuri Jalan Ir H Juanda, Jakarta Pusat. Setelah itu, para pelaku menuju Jalan Medan Merdeka Barat.

"Dari Jalan Medan Merdeka Barat selanjutnya menuju kawasan Tugu Tani. Jadi kalau mengikut alurnya melingkari Monas menuju kawasan Tugu Tani," ujar Iman.

Dari kawasan Tugu Tani, para terduga pelaku sempat menuju SPBU yang terdapat di Cikini, Jakarta Pusat. Iman mengatakan para terduga pelaku kemudian menuju kantor YLBHI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

"Dari YLBHI ini sudah mulai para pelaku ini mengikuti korban ketika korban selesai acara di YLBHI," ujarnya.

Dia mengatakan Andrie sempat mengisi bahan bakar di SPBU di Jalan Cikini Raya. Sekitar pukul 23.35 WIB, para terduga pelaku terlibat berada di SPBU tersebut.

"Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini. Kemudian, mengikut korban yang bergerak ke Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba I. Saat kejadian pada pukul 23.37 WIB, hari Kamis, 12 Maret 2026, di Jalan Salemba I persimpangan Jalan Talang wilayah Jakarta Pusat, di sana tempat kejadian perkara terjadi," ujar Iman.

Setelah kejadian, dua motor pelaku kabur ke arah berbeda. Satu motor yang ditumpangi OTK 1 dan 2 melawan arus di Jalan Salemba Raya menuju Senen, menuju Jalan Kramat Raya, Tugu Tani lalu ke arah Stasiun Gondangdia lalu ke Jakarta Selatan.

Sementara itu, satu kendaraan yang ditumpangi OTK 3 dan 4 lanjut melaju lurus ke Jalan Pramuka Sari II ke Matraman lalu lanjut ke Jatinegara, lalu ke Jalan Otto Iskandardinata Jakarta Timur.

Iman mengatakan pihaknya melakukan pengolahan digital terhadap alat komunikasi. Dia menyebutkan salah satu pelaku diduga mengganti pakaian lalu berpencar ke arah Kalibata, Ragunan, dan Bogor.

4. Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Pelaku

Polri membentuk tim gabungan pengungkapan perkara terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Tim gabungan ini disebut sebagai komitmen keseriusan Polri dalam pengusutan kasus tersebut.

"Bentuk keseriusan Polri di dalam menangani perkara ini, kami saat ini sudah membentuk tim gabungan pengungkapan perkara yang terjadi, terdiri dari penyidik Satreskrim Polres Jakarta Pusat, kemudian penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya dan dari Bareskrim Polri," kata Kombes Iman Imanuddin.

Polisi juga melakukan penyelidikan dari analisis CCTV dan saluran komunikasi. Kombes Iman mengatakan ada 86 titik kamera pengawas yang ditelusuri oleh pihaknya.

"Setelah kami memperoleh informasi dan laporan sehubungan dengan kejadian dimaksud selanjutnya kami melakukan upaya penyelidikan melakukan analisis terhadap CCTV dan analisis terhadap saluran komunikasi yang ada," ujar Iman.

"Ada 86 titik kamera pengawas yang kami ambil sehubungan dengan titik-titik di mana diduga para pelaku penyiraman ini berangkat dan kembalinya," tambahnya.

Kombes Iman mengatakan ada 7 titik kamera pengawas yang diambil polisi dari sistem elektronik tilang. Pihaknya juga mengumpulkan pergerakan pelaku dari CCTV Dishub, rumah warga hingga perkantoran di sekitar lokasi.

"Ada 7 titik kamera pengawas atau CCTV yang diambil dari sistem elektronik tilang, kemudian ada 27 titik yang kami ambil dari Diskominfotik, kemudian ada 8 titik yang kami ambil dari Dishub, kemudian ada 44 titik CCTV dari warga artinya rumah warga. Kemudian perkantoran maupun bangunan-bangunan yang ada di sekitar jalur pelintasan pelaku," ungkap Kombes Iman.

5. Pelaku Sudah Ikuti Aktivis KontraS

Polda Metro Jaya mengungkapkan temuan terbaru mengenai penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Polisi mengatakan terduga pelaku ada empat orang dalam kasus ini, dan pelaku sudah mengikuti pergerakan Andrie Yunus sebelum melakukan aksi jahatnya.

"Berdasarkan hasil analisa rakaman CCTV dari sejumlah titik di wilayah Jakarta, para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian, pergerakan para terduga pelaku terdeteksi melalui beberapa titik kamera pengawas," ujar Kombes Iman.

Iman mengatakan pergerakan pelaku terdeteksi dari mulai kawasan Jakarta Selatan hingga TKP. Iman mengatakan terduga pelaku sempat mengitari Jalan Medan Merdeka Raya, Jalan Ir H Juanda, kawasan Tugu Tani, hingga gedung YLBHI yang juga berada di wilayah Jakarta Pusat.

Iman mengungkapkan, saat itu Andrie Yunus sedang berada di YLBHI. Setelah Andrie selesai menghadiri acara YLBHI, pelaku kembali mengikutinya.

"Dari YLBHI ini sudah mulai para pelaku ini mengikuti korban ketika korban selesai acara di YLBHI, korban ini tidak langsung menuju TKP, namun sempat mengisi bahan bakar di Cikini Raya, dan itu diikuti pelaku," katanya.

6. Empat Pelaku Pakai 2 Motor

Polisi mengungkap empat orang terduga penyiram air keras terhadap Andrie Yunus menggunakan dua sepeda motor. Para pelaku kemudian berpencar setelah beraksi.

"Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan 2 sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1," kata Kombes Iman Imanuddin.

Dari penelusuran polisi, pascakejadian para terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor kabur ke arah yang berbeda. Satu motor masing-masing ditumpangi dua pelaku.

Dia menjelaskan, satu motor yang ditumpangi OTK 1 dan OTK 2 ini kabur dengan melawan arus di Jalan Salemba menuju Pasar Senen. Pelaku lalu ke Jalan Kramat Raya, Tugu Tani, ke arah Stasiun Gondang Dia dan selanjutnya menuju wilayah Jakarta Selatan.

"Kemudian satu kendaraan yang ditumpangi OTK 3 dan OTK 4, dari lokasi kejadian yang bersangkutan tidak berputar arah, tapi lurus menuju Jalan Pramuka Sari 2, selanjutnya menuju Matraman, kemudian termonitor dari CCTV menuju wilayah Jatinegara, selanjutnya ke Jalan Otto Iskandar Dinata Jakarta Timur," ujarnya.

Imanuddin menjelaskan bahwa rekaman CCTV tersebut kemudian dipadukan dengan pengolahan digital terhadap alat komunikasi. Diketahui, ada pelaku yang sempat mengganti pakaian sebelum melanjutkan pelariannya.

"Dan hasil jaringan komunikasi menunjukkan para pelaku selanjutnya berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor," tuturnya.

7. Polisi: Foto AI Disebar untuk Kaburkan Fakta

Foto dan video terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ramai beredar di media sosial (medsos). Polisi menyatakan ada konten foto yang merupakan hasil rekayasa akal imitasi (artificial intelligence/AI).

"Jadi jika rekan-rekan banyak melihat atau menerima atau kiriman link atau unggahan di media sosial berupa dugaan sosok pelaku, dugaan identitas pelaku, itu kami pastikan bahwa itu adalah hoax atau tidak benar. Karena itu hasil rekayasa artificial intelligence," kata Kombes Iman Imanuddin.

Polisi mengimbau publik agar tak langsung percaya atas beredarnya sejumlah foto dan video yang disebut-sebut sebagai terduga pelaku penyiraman air keras. Diduga konten tersebut disebarkan jaringan pelaku untuk mengaburkan fakta.

"Dengan beredarnya video TKP ini, sebenarnya para pelaku dan jaringannya mulai terlihat panik dan berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan menyebarkan gambar atau sketsa hasil rekayasa artificial intelligence," ucapnya.

"Kami duga, ini juga salah satu upaya yang dilakukan jaringan dan pelaku untuk mengaburkan informasi, untuk mengaburkan arah fakta-fakta hukum yang diperoleh," tambah dia.

8. Polisi Uji Labfor Wadah Air Keras yang Disiram

Polisi melakukan uji laboratorium forensik (labfor) dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Uji labfor dilakukan terhadap benda-benda yang ditemukan di sekitar lokasi.

"Saat ini kami sedang melakukan uji laboratorium forensik terhadap petunjuk yang ditemukan di tempat kejadian perkara," kata Kombes Iman Imanuddin.

Benda yang diuji labfor antara lain helm yang digunakan korban serta wadah air Keras. Diharapkan sidik jari dan jejak DNA pelaku bisa ditemukan di wadah serta benda lain yang diuji itu.

"Berupa helm dan wadah yang diduga digunakan untuk tempat cairan kimia tersebut. Kami sangat berharap nanti hasil dari uji laboratorium forensik tersebut, baik itu terhadap apa... mudah-mudahan ditemukan sidik jari dari pelaku," ucapnya.

"Kemudian juga DNA dari pelaku yang menempel di helm yang bersangkutan. Jadi, tersangka atau pelaku kami sampaikan kami belum melakukan upaya paksa," tambah Iman.

9. Polisi Temukan Helm Penyiram Air Keras

Polisi sudah menemukan helm yang diduga milik pelaku. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung mulanya mengatakan pihaknya membawa sejumlah barang bukti dari olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus penyiraman Andrie Yunus. Pertama, penyidik menemukan baju dan helm milik korban.

"Selanjutnya, penyidik melakukan koordinasi dengan Bareskrim Polri dalam hal ini menindaklanjuti temuan barang bukti yang ada di TKP, yaitu bermula pada tanggal 13 Maret 2026 melakukan pengiriman sampel baju dan helm milik korban ke Puslabfor Bareskrim Polri," kata Reynold.

Benda tersebut kemudian dibawa untuk diuji kandungan zat kimia yang digunakan pelaku untuk menyiram korban. Saat ditemukan, baju korban sudah dalam keadaan meleleh.

"Untuk mendapatkan hasil menentukan senyawa kimia apa yang terkandung sehingga korban mengalami luka bakar dan baju korban yang rusak atau meleleh," ungkapnya.

Kemudian, barang bukti lain ialah benda milik pelaku. Penyidik menemukan helm milik pelaku, dan akan dilakukan sejumlah pengujian untuk mengidentifikasi identitasnya.

"Pada tanggal 15 Maret 2026 melakukan pengiriman barang bukti helm yang diduga milik pelaku ke Pusiden Bareskrim Polri untuk mendapatkan sidik jari atau fingerprint dan ke Puslabfor Polri untuk mendapatkan DNA yang diduga milik pelaku," bebernya.

10. Polisi Sudah Periksa 7 Saksi

Polisi memeriksa 7 saksi dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Ketujuhnya merupakan pihak yang membuat laporan hingga orang yang berada di lokasi.

"Dari hasil surat perintah penyidikan maka dilanjut penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi yang tentu dilakukan pemeriksaan secara intens dan sampai saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan," kata Kombes Reynold Hutagalung.

"Antara lain kepada pembuat laporan polisi maupun tim yang ada di lapangan dan empat orang yang menjadi saksi TKP (tempat kejadian perkara) sehingga berjumlah 7 orang," tambah dia.

Pihak kepolisian juga menggandeng pihak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam penyelidikan itu. Pihak LPSK sudah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

"Selanjutnya, penyidik berkoordinasi dengan tim Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, yaitu LPSK RI pada tanggal 14 Maret 2026, yang bersama-sama turun ke lokasi tempat kejadian perkara," imbuhnya.

(whn/whn)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |