Jakarta -
Menko Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan media sosial (medsos) kini banyak disinformasi. Zulhas berharap media massa bisa menjadi penerang di tengah maraknya disinformasi.
Hal tersebut disampaikan Zulhas saat menghadiri Peringatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Kamis (13/8/2026). Zulhas mulanya menyampaikan kekhawatirannya atas banyaknya informasi yang disebutnya 'liar' di medsos kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
"Di luar sana media sekarang itu, yang saya maksud bukan media mainstream, tapi kan medsos, Prof Haedar. Dan medsos ini, waduh, menurut saya, tadi saya sampaikan Prof Haedar, sudah liar menurut saya," kata Zulhas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulhas kemudian menyoroti disinformasi, fitnah, dan kebencian yang banyak beredar di medsos. Dia mengklasifikasikan perilaku tersebut sebagai DFK.
"Kita apa yang dinamakan sekarang DFK, DFK. DFK itu disinformasi, fitnah, kebencian," katanya.
Zulhas menyebut banyak informasi yang beredar di medsos yang tidak lagi ditentukan atas benar dan salahnya. Zulhas melihat informasi yang beredar di medsos kini ditentukan dari siapa yang menang dan siapa yang kalah.
"Kalau kita ini kan dari kecil diajari right or wrong. Ini benar, ini nggak boleh, fitnah itu begitu. Terus dosa besar, dosa kecil, diajari salah, benar. Tapi kalau saya lihat sekarang itu di luar sana itu win or lose. Dan tidak berpihak. Saya lihat sekarang enggak ada lagi yang tidak berpihak. Semua urusannya berpihak. Berpihak politik, berpihak bisnis, berpihak kelompok, kepentingan," katanya.
Zulhas kemudian mencontohkan disinformasi yang kerap beredar di medsos. Salah satunya, ada sejumlah informasi yang beredar di medsos tentang seseorang yang dikatakan meninggal dunia, padahal orang tersebut masih hidup.
"Sekali lagi di luar sana itu susah kita. Kadang berita sekarang itu nggak ada pun bisa ada. Nggak ngomong pun bisa ngomong. Orang hidup bisa diberitakan udah meninggal. Ya, sampai gitu beraninya," katanya.
Zulhas kemudian meminta media, khususnya yang terafiliasi dengan Muhammadiyah, agar menyebarkan informasi yang benar. Dia berharap media bisa turut mencerahkan masyarakat.
"Kalau media Muhammadiyah semakin luas, semakin apa namanya? Semakin besar, pembacanya semakin banyak, mudah-mudahan ini akan mencerahkan. Sehingga nanti orang akan mencari, 'Oh ini yang benar, disimak.'"
(gbr/gbr)

















































