Zelensky Caci Maki Para Elite Moskow di Barat: Enyahlah ke Rusia!

3 hours ago 3

loading...

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sampaikan caci maki kepada para elite Moskow yang tinggal di Barat, menyuruh mereka untuk pulang ke Rusia. Foto/X @ZelenskyyUa

KYIV - Presiden Ukraina mengumbar caci maki terhadap para elite Rusia yang tinggal di Eropa dan Amerika Serikat (AS), dengan menyuruh mereka untuk pulang ke Rusia. Kemarahan ini disampaikan menjelang upaya baru untuk mencapai kesepakatan perdamaian Moskow-Kyiv.

Dalam pernyataan kasar yang diunggah di media sosial pada hari Senin, Zelensky mendesak AS dan negara-negara Eropa untuk menjatuhkan sanksi kepada raksasa energi nuklir negara Rusia, Rosatom, dan individu-individu Rusia yang mengambil keuntungan dari operasinya saat tinggal di negara-negara Barat.

Baca Juga: Terancam oleh Rusia, Polandia Nyatakan Butuh Bom Nuklir

"Enyahlah ke Rusia. Pulanglah. Kalian tidak menghormati siapa pun di Amerika Serikat," tulis Zelensky. "Kalian tidak menghormati Ukraina atau Eropa. Pulanglah," lanjut dia, seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (17/2/2026).

Putaran ketiga perundingan perdamaian trilateral antara AS, Ukraina, dan Rusia yang bertujuan untuk mengakhiri perang akan digelar pada 17-18 Februari di Jenewa, Swiss..

Ukraina telah lama mendorong negara-negara Barat untuk memberikan tekanan ekonomi yang lebih besar kepada Rusia, sehingga membatasi keuntungan yang dapat diakses Moskow dari industri energinya untuk mendanai upaya perangnya.

Presiden AS Donald Trump telah menjatuhkan sanksi kepada Lukoil dan Rosneft, perusahaan minyak terbesar Rusia, pada tahun 2025 karena frustrasi atas kurangnya kemajuan menuju kesepakatan perdamaian. Trump umumnya menghindari tekanan terhadap Rusia untuk bernegosiasi dengan Ukraina, dan Zelensky mengatakan pada hari Sabtu pekan lalu bahwa Washington "terlalu sering" mencoba membuat Kyiv mengalah kepada Moskow.

Zelensky memuji sanksi Trump sebelumnya terhadap Lukoil dan Rosneft, tetapi mengatakan presiden AS dapat menargetkan seluruh energi Rusia, khususnya energi nuklir.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |