Walet Sakti: Klinik Keliling Hadirkan Sehat untuk Yahukimo

2 days ago 3

YAHUKIMO - Di tengah kabut pagi yang menyelimuti Distrik Mugi, Kabupaten Yahukimo, personel Satgas Mobile Yonif 644/Walet Sakti tak gentar melangkah menuju honai-honai warga. Pada Jumat, (28/11/2025), Pos Mugi menjelma menjadi episentrum kepedulian dengan menggelar anjangsana dan layanan kesehatan gratis dari rumah ke rumah. Sebuah pendekatan yang unik dan menyentuh, terutama di kawasan yang terjal dan terisolasi.

Tak hanya sekadar mendistribusikan obat-obatan, para prajurit yang dipimpin Serda Yoga Pratama ini dengan tulus memeriksa keluhan medis warga dan membagikan pakaian layak pakai. Namun, di balik bantuan medis tersebut, tersirat pengakuan warga bahwa kehadiran mereka justru menjadi obat yang paling mujarab.

Serda Yoga Pratama, selaku kepala pos lapangan, menegaskan bahwa misi ini lebih dari sekadar bantuan insidental. Ini adalah perwujudan strategi pendekatan kewilayahan yang mengedepankan kedekatan emosional.

“Kami bisa saja drop bantuan, tapi kami memilih berjalan. Mendengar dan menyentuh langsung adalah cara kami memastikan warga tidak merasa sendirian, ” ujar Serda Yoga, Jumat (28/11/2025).

Mama Elis Mabel (60), salah satu warga yang menerima pemeriksaan kesehatan dan berkesempatan mendapatkan baju hangat baru, menyampaikan rasa harunya. Selama ini, biaya berobat yang mahal dan jarak tempuh yang jauh ke pusat kesehatan menjadi kendala berat.

“Kalau tidak ada Bapak TNI datang ke rumah, mungkin kami masih tahan sakit saja. Mereka periksa kami seperti saudara sendiri, bukan orang luar. Terima kasih. Tuhan jaga mereka, ” ungkap Mama Elis dengan mata berkaca-kaca.

Komandan Satgas Mobile Yonif 644/Walet Sakti, Letkol Inf Tiertona Arga, S.I.P., menegaskan komitmennya untuk menjadikan layanan kesehatan lapangan sebagai prioritas utama sepanjang masa tugas.

“Kami di sini membawa tiga hal sekaligus: keamanan, akses kesehatan, dan rasa percaya. Itu tidak bisa dibangun dari jarak, ” kata Letkol Tiertona.

Ia menambahkan, pendekatan Binter di Mugi berorientasi pada keberlanjutan dan dampak jangka panjang.

“Kami ingin dikenang bukan karena seragamnya, tapi karena manfaatnya. Papua, terutama Yahukimo, bukan titik terjauh—ini rumah bersama, ” tegasnya.

Apresiasi tinggi juga datang dari Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, yang memandang pola door to door clinic sebagai inti strategi stabilitas Papua 2025.

“Kondisi perbatasan dan pegunungan menuntut fleksibilitas baru dalam operasi. Prajurit 644/WT telah mencontohkan: merebut hati rakyat diawali dengan hadir saat mereka butuh, bukan saat kita sempat, ” ujar Mayjen Lucky Avianto.

“Di Mugi, mereka tidak hanya membuka pos, tapi membuka ruang aman dan ruang sehat. Ini adalah fondasi kepercayaan yang mempercepat damai jangka panjang di Yahukimo, ” tambahnya.

Meskipun Distrik Mugi masih menghadapi tantangan keamanan dan isolasi logistik, hari itu, dialog warga beralih dari kesulitan akses menjadi kisah tentang kehadiran TNI yang bukan untuk berperang, melainkan untuk melayani dengan sepenuh hati.

(Wartamiliter)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |