Volume Sampah Meningkat, Program Ramadan Bersih Kembali Hadir di Istiqlal

7 hours ago 3

Jakarta -

Ramadan identik dengan meningkatnya aktivitas di masjid, mulai dari ibadah hingga berbagai kegiatan kebersamaan. Namun, di balik ramainya aktivitas tersebut, muncul pula tantangan baru, yakni meningkatnya volume sampah yang dihasilkan setiap hari.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkirakan potensi timbulan sampah selama masa mudik dan libur Lebaran 2025 mencapai sekitar 73,24 juta kilogram atau 73,24 ribu ton. Angka ini sejalan dengan proyeksi peningkatan sampah sisa makanan selama Ramadan yang diperkirakan naik 10 hingga 20 persen. Prediksi tersebut didasarkan pada data Kementerian Perhubungan yang menyebutkan bahwa jumlah pemudik tahun ini mencapai 146,8 juta orang.

Di sejumlah daerah bahkan peningkatan sampah bisa mencapai 40% di momen Ramadan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencontohkan untuk wilayah Bandung Raya pada momen Ramadan 2025 yang mengalami peningkatan sampah hingga 40%. Peningkatan tersebut disebabkan karena penyajian makanan berlebih, konsumsi parcel, dan penggunaan alat makan sekali pakai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Momentum Ramadan pun dipandang sebagai waktu yang tepat untuk mengimplementasikan konsep Green Religion, di mana menjaga lingkungan dimaknai sebagai bagian dari ibadah.

Para peneliti BRIN menekankan bahwa ajaran agama yang melarang perbuatan berlebih-lebihan dan merusak bumi harus menjadi landasan untuk mengubah perilaku konsumtif. Jika kesadaran ini terus digaungkan, maka pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berhenti saat Ramadan, tetapi diharapkan dapat menjadi gaya hidup berkelanjutan sehari-hari yang membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas.

Dalam menjawab tantangan ini, Duitin bersama Unilever Indonesia telah menggelar program Ramadhan Bersih sejak 2024 dan dijalankan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Program ini bertujuan mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah selama bulan suci.

Program Ramadhan Bersih ini telah menghadirkan berbagai inisiatif, mulai dari pengumpulan sampah daur ulang setiap hari, penyediaan waste station dan titik drop box. Tidak hanya itu, program ini juga memberikan kegiatan edukasi pilah sampah secara langsung kepada jamaah.

Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pilah sampah telah secara konsisten dilakukan Unilever Indonesia sejak lebih dari 20 tahun, selain melalui kegiatan ini, salah satu upayanya dilakukan melalui komunitas bank sampah. Hingga tahun 2026 Unilever telah bekerja sama dengan 5,000 bank sampah yang tersebar di 13 provinsi di Indonesia.

Sampah yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada mitra pengelola daur ulang agar dapat dimanfaatkan kembali. Dengan berpartisipasi dalam gerakan Ramadan Bersih, masyarakat dapat ikut menjaga kebersihan masjid sekaligus berkontribusi dalam pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Lihat juga Video 'Menikmati Nasi Kebuli hingga Kofta di Pekarangan Masjid Istiqlal':

(anl/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |