Polisi tengah menyelidiki teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga melakukan berbagai upaya untuk menghapus jejak usai melakukan aksinya.
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (12/3), sekitar pukul 23.30 WIB, di Jalan Salemba, Senen, Jakarta Pusat. Pelaku diduga berjumlah empat orang dan sudah mengikuti pergerakan Andrie Yunus sebelum melakukan aksi jahatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Andrie Ynunus tengah mengendarai sepeda motor seorang diri. Helm yang dikenakan Andrie melepuh dan baju meleleh.
Andrie sendiri mengalami luka di sejumlah bagian tubuh setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal. Bagian dada, lengan, dan wajah Andrie luka akibat peristiwa itu.
"Polres Jakarta Pusat (telah) meminta visum et repertum awal terhadap kondisi luka dari saksi korban AY. Ada beberapa bagian tubuh yang kemudian terkena: dada, ada wajah, dan tangan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/3).
"Tentang adanya tindak pidana penganiayaan berat, sebagaimana Pasal 467 ayat 2 dan atau 468 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," lanjut dia.
Beredar Foto Pelaku Hasil AI
Aksi para pelaku terekam CCTV yang berada di sekitar lokasi. Foto dan video terduga pelaku pun ramai beredar di media sosial (medsos).
Polisi menyatakan ada konten foto yang merupakan hasil rekayasa akal imitasi (artificial intelligence/AI). Polisi memastikan foto yang beredar tidak valid.
"Jadi jika rekan-rekan banyak melihat atau menerima atau kiriman link atau unggahan di media sosial berupa dugaan sosok pelaku, dugaan identitas pelaku, itu kami pastikan bahwa itu adalah hoax atau tidak benar. Karena itu hasil rekayasa artificial intelligence," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam jumpa pers, Senin (16/3/2026).
Polisi mengimbau publik tak langsung percaya atas beredarnya sejumlah foto dan video yang disebut-sebut sebagai terduga pelaku penyiraman air keras. Diduga konten tersebut disebarkan jaringan pelaku untuk mengaburkan fakta.
"Dengan beredarnya video TKP ini, sebenarnya para pelaku dan jaringannya mulai terlihat panik dan berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan menyebarkan gambar atau sketsa hasil rekayasa artificial intelligence," ucapnya.
"Kami duga, ini juga salah satu upaya yang dilakukan jaringan dan pelaku untuk mengaburkan informasi, untuk mengaburkan arah fakta-fakta hukum yang diperoleh," tambah dia.
Iman mengatakan rekaman CCTV yang telah didapat pihaknya akan menjadi bahan penyelidikan. Kini rekaman CCTV tersebut tengah didalami.
"Ini sangat membantu proses penyelidikan dan penyidikan yang kami lakukan. Apalagi pada titik, atau sebagian besar titik di wilayah Jakarta memiliki resolusi yang cukup tinggi, sehingga ada di beberapa tempat diperoleh gambar yang cukup jelas," ucapnya.
Pelaku Berpencar
Berdasarkan hasil rekaman CCTV, Empat orang pelaku mengendarai dua sepeda motor dan berboncengan. Mereka berpencar ke arah yang berbeda usai beraksi.
Satu motor yang ditumpangi OTK (orang tidak dikenal) 1 dan OTK 2 ini kabur dengan melawan arus di Jalan Salemba menuju Pasar Senen. Pelaku lalu ke Jalan Kramat Raya, Tugu Tani, ke arah Stasiun Gondangdia dan selanjutnya menuju wilayah Jakarta Selatan.
"Kemudian satu kendaraan yang ditumpangi OTK 3 dan OTK 4, dari lokasi kejadian yang bersangkutan tidak berputar arah, tapi lurus menuju Jalan Pramuka Sari 2, selanjutnya menuju Matraman, kemudian termonitor dari CCTV menuju wilayah Jatinegara, selanjutnya ke Jalan Otto Iskandar Dinata Jakarta Timur," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin kepada wartawan, Selasa (17/3).
Pelaku Ganti Baju
Dalam rekaman CCTV yang dipadukan dengan pengolahan digital, didapati juga bahwa salah seorang pelaku sempat berganti baju dalam pelariannya. Para pelaku berpencar ke Kalibata hingga menuju Bogor.
"Setelah kejadian, salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan dalam pelariannya, dan hasil analisa jaringan komunikasi menunjukkan para pelaku selanjutnya berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor," ujarnya.
Iman menambahkan, saat ini pihak kepolisian masih mengejar para terduga pelaku. Pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan.
"Kami masih terus melakukan pengumpulan fakta hukum berdasarkan dari analisa CCTV dan jaringan komunikasi yang kami peroleh," jelasnya.
Kasus Diusut Tuntas
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan pihaknya akan mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Asep mengatakan kasus ini akan ditangani secara transparan dan profesional sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.
"Kami menegaskan bahwa Polda Metro Jaya berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. Langkah tersebut dilaksanakan sesuai arahan Presiden serta instruksi Bapak Kapolri agar seluruh tahapan berjalan profesional, transparan dan diproses hingga tuntas," ujar Asep dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3).
Dia mengatakan penanganan kasus ini mengedepankan kehati-hatian. Dia menyebutkan setiap informasi yang disampaikan ke publik tidak menimbulkan spekulasi yang keliru.
"Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah terverifikasi," ujarnya.
Simak Video 'Soal Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Istana: Presiden Minta Diusut Cepat':
(dek/fca)

















































