Trump Umumkan Kesepakatan dengan NATO: AS Dapat Akses Total dan Permanen di Greenland

3 hours ago 1

loading...

Presiden Donald Trump (kanan) klaim telah mencapai kesepakatan dengan NATO, di mana AS mendapat akses total dan permanen di Greenland. Foto/Money Control

DAVOS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pada hari Kamis bahwa Amerika mendapatkan akses total dan permanen di Greenland dalam kesepakatan dengan NATO. Pengumuman Trump muncul saat Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan bahwa sekutu harus meningkatkan komitmen mereka terhadap keamanan Arktik untuk menangkal ancaman dari Rusia dan China.

Kesepakatan tentang kesepakatan kerangka kerja disampaikan ketika Trump menarik kembali ancaman tarif dan menolak untuk merebut Greenland dengan kekerasan—membawa sedikit kelegaan dalam apa yang sedang berkembang menjadi keretakan terbesar dalam hubungan transatlantik dalam beberapa dekade.

Baca Juga: Kuat Mana AS vs NATO Jika Perang Dunia III Pecah karena Greenland?

Namun, detail dari setiap kesepakatan masih belum jelas dan Denmark bersikeras bahwa kedaulatannya atas pulau itu tidak dapat didiskusikan.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan hubungan antara blok tersebut dan AS telah "mendapat pukulan besar" dalam seminggu terakhir, ketika para pemimpin Uni Eropa bertemu untuk KTT darurat.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyambut baik komentar terbaru Trump tetapi mengatakan bahwa dia masih belum mengetahui banyak aspek. "Saya tidak tahu apa isi perjanjian, atau kesepakatan, tentang negara saya," katanya kepada wartawan di Ibu Kota Greenland, Nuuk, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (23/1/2025).

"Kami siap untuk membahas banyak hal dan kami siap untuk menegosiasikan kemitraan yang lebih baik dan sebagainya. Tetapi kedaulatan adalah garis merah," lanjut dia, ketika ditanya tentang laporan bahwa Trump berupaya mengendalikan wilayah di sekitar pangkalan militer AS di Greenland sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih luas.

"Kami tidak bisa melanggar garis merah. Kami harus menghormati integritas teritorial kami. Kami harus menghormati hukum internasional dan kedaulatan," paparnya.

Seorang sumber yang mengetahui masalah ini, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada Reuters bahwa Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dan Trump sepakat dalam sebuah pertemuan untuk mengadakan pembicaraan lebih lanjut antara AS, Denmark, dan Greenland tentang pembaruan perjanjian tahun 1951 yang mengatur akses dan kehadiran militer AS di pulau itu.

Kerangka kerja yang mereka bahas juga menyerukan pelarangan investasi China dan Rusia di Greenland, kata sumber tersebut.

Perubahan haluan Trump telah memicu pemulihan di pasar Eropa dan kembalinya indeks utama Wall Street ke level tertinggi sepanjang masa, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang seberapa besar kerusakan yang telah terjadi pada hubungan transatlantik dan kepercayaan bisnis.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |