Trump Batal Serang Iran, Mengapa AS Tetap Kerahkan Kapal Induk ke Timur Tengah?

3 hours ago 1

loading...

Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan baru AS terhadap Iran. Namun, kapal induk USS Abraham Lincoln tetap dikerahkan ke Timur Tengah. Foto/The War Zone

TEHERAN - Para pejabat Amerika Serikat (AS) pada hari Kamis mengatakan kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln, bersama kelompok tempurnya akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang. Langkah militer Amerika ini sulit diprediksi, sebab beberapa hari lalu Presiden Donald Trump menyatakan telah membatalkan rencana serangan baru terhadap Iran.

Kelompok Tempur USS Abraham Lincoln sudah bergerak dari Asia-Pasifik pekan lalu ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat terkait penindakan keras terhadap protes di seluruh negara Islam itu pada Desember hingga Januari.

Baca Juga: Trump Ancam Lenyapkan Iran dari Muka Bumi, Teheran Siap Perang Habis-habisan

Menurut laporan Reuters, Jumat (23/1/2026), salah satu pejabat Amerika mengatakan sistem pertahanan udara tambahan juga sedang dipertimbangkan dikerahkan ke Timur Tengah. Amerika Serikat sering meningkatkan jumlah pasukan AS di kawasan itu pada saat ketegangan regional meningkat, sesuatu yang menurut para pakar dapat bersifat defensif sepenuhnya.

Namun, militer AS mengerahkan aset tempur besar-besaran musim panas lalu menjelang serangan Juni terhadap program nuklir Iran, dan kemudian membual tentang bagaimana mereka merahasiakan niat mereka untuk menyerang.

Trump telah berulang kali mengancam akan campur tangan terhadap Iran atas pembunuhan para demonstran baru-baru ini di sana, tetapi protes mereda minggu lalu dan retorika Trump mengenai Iran telah mereda. Dia telah mengalihkan perhatiannya ke isu-isu geopolitik lainnya, termasuk upayanya untuk menguasai Greenland.

Pada hari Rabu, Trump mengatakan dia berharap tidak akan ada tindakan militer AS lebih lanjut di Iran, tetapi mengatakan Amerika Serikat akan bertindak jika Teheran melanjutkan program nuklirnya.

“Mereka tidak bisa melakukan [pekerjaan proyek] nuklir,” kata Trump kepada CNBC dalam sebuah wawancara di Davos, Swiss, mencatat serangan udara besar-besaran AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025. “Jika mereka melakukannya, itu akan terjadi lagi," ujarnya.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |