MOROWALI, Indonesiasatu.id– Suasana duka menyelimuti Puskesmas Bahomotefe, Kabupaten Morowali, menyusul meninggalnya seorang bayi baru lahir pada tanggal 22 November 2025. Pihak puskesmas menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada keluarga pasien dan mengungkapkan kronologi lengkap kejadian tersebut, sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban atas pelayanan yang telah diberikan.
Kepala Puskesmas Bahomotefe, Hartia SKM dalam pernyataan resminya, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga pasien, khususnya kepada orang tua bayi. "Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Kehilangan ini adalah duka yang mendalam bagi kami semua. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan dan keterbatasan yang ada, " ujarnya dengan nada penuh penyesalan.
Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai kejadian yang sebenarnya, pihak Puskesmas Bahomotefe memaparkan kronologi lengkap, dimulai dari pemeriksaan awal kehamilan hingga proses persalinan yang berujung tragis.
Kronologi Kejadian:
- 3 November 2025: Ny. R (24 tahun, Desa Fatufia) datang ke Puskesmas Bahomotefe untuk memeriksakan kehamilan dan meminta rujukan ke poli obgyn. Hasil USG sebelumnya menunjukkan tafsiran berat janin besar (3918 gram). Puskesmas mengeluarkan surat rujukan ke rumah sakit.
- 4 November 2025: Ny. R diperiksa di rumah sakit. Hasil USG menunjukkan tafsiran berat janin 2800 gram dengan lilitan tali pusat 1 kali. Dokter menyatakan persalinan dapat dilakukan secara normal di puskesmas.
- 21 November 2025: Pukul 10.30 WITA, Ny. R datang ke Puskesmas Bahomotefe dengan keluhan nyeri perut dan pengeluaran lendir darah.
- 22 November 2025:
- Pukul 02.59 WITA, ketuban pecah spontan. Hasil pemeriksaan dalam menunjukkan pembukaan 3 cm.
- Pukul 07.00 WITA, pembukaan 5 cm.
- Pukul 08.44 WITA, Puskesmas menghubungi IGD PONED RSUD Morowali untuk merujuk pasien, namun diminta untuk melanjutkan observasi selama 2 jam.
- Karena merasa tidak yakin, Puskesmas memutuskan untuk tetap merujuk pasien.
- Sebelum dirujuk, pasien diperiksa dan didapatkan hasil pembukaan telah lengkap.
- Pukul 10.43 WITA, bayi lahir tidak segera menangis, terdapat lilitan tali pusat 1x dan distosia bahu, berat badan lahir 4100 gram.
- Resusitasi neonatus dilakukan, namun tidak ada nafas spontan dan denyut jantung.
- Pukul 12.00 WITA, dokter menyatakan bayi meninggal dunia.
Pihak Puskesmas Bahomotefe menjelaskan bahwa keputusan untuk melakukan persalinan di puskesmas didasarkan pada hasil USG terakhir (4 November 2025) yang menunjukkan tafsiran berat janin 2800 gram dan pernyataan dokter di rumah sakit bahwa persalinan normal masih memungkinkan.
"Kami memahami bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tafsiran berat janin pada USG awal dengan berat badan bayi saat lahir. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan semua faktor risiko dalam mengambil keputusan, " ungkap Kepala Puskesmas.
Pihak Puskesmas juga menyoroti kendala dalam sistem rujukan yang selama ini dilakukan, yaitu menghubungi IGD PONED RSUD Morowali untuk mendapatkan persetujuan sebelum merujuk pasien. "Kami baru mengetahui setelah kejadian ini bahwa sistem rujukan yang kami lakukan selama ini kurang tepat. Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memperbaiki sistem rujukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali, " jelasnya.
Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh. Pihak Puskesmas Bahomotefe berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada tim investigasi dan siap bertanggung jawab jika ditemukan adanya kelalaian dalam pelayanan yang diberikan.
"Kami menyadari bahwa permohonan maaf saja tidak cukup untuk mengobati luka yang dialami keluarga pasien. Namun, kami berharap kronologi ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kejadian yang sebenarnya. Kami berjanji akan terus berbenah diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kami demi keselamatan dan kesehatan masyarakat, " pungkas Kepala Puskesmas Bahomotefe dengan nada tegas. (Tar)

















































