TNI Gizi Papua: Investasi SDM Nduga, Bukan Sekadar Bantuan Pangan

2 hours ago 1

NDUGA - Di tengah bentang alam Nduga yang menantang, kehadiran personel TNI melampaui sekadar menjaga perbatasan. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Mobile Yonif 733/Masariku, pada Minggu (30/11/2025), membuktikan hal itu dengan meluncurkan program peningkatan gizi bagi para pelajar sekolah dasar di Distrik Krepkuri, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Kegiatan ini menyasar siswa di SD Rimba YPPK Yan Smith Mumugu 2, sebuah wilayah yang selama ini bergulat dengan minimnya akses terhadap pangan bergizi dan layanan kesehatan yang memadai.

Lebih dari sekadar penyaluran bantuan sosial, inisiatif ini merefleksikan pergeseran paradigma di lapangan: bahwa keamanan dan pembangunan berkelanjutan berakar kuat pada kesiapan dan kesehatan sumber daya manusia. Ini adalah upaya strategis untuk menanamkan benih masa depan di tanah Papua.

Medan terjal dan jarak antarkampung yang memisahkan, seringkali diperparah oleh kontur pegunungan dan jalur berlumpur, tak menyurutkan semangat para prajurit. Mereka menempuh rute panjang, baik menggunakan kendaraan taktis maupun berjalan kaki, demi menjangkau sekolah-sekolah terpencil ini.

"Ini bukan hanya soal mengantar makanan. Ini tentang mengantar masa depan, " ujar Dansatgas Yonif 733/Masariku, Letkol Inf. Julius Jongen Matakena, saat berbincang dengan awak media di Kotis Satgas, Krepkuri. Beliau menekankan bahwa persoalan gizi anak-anak Papua bukanlah isu yang bisa dianggap remeh.

"Intervensi gizi adalah investasi SDM. Kami menjaga negeri dari dua sisi tegas di medan tugas, dan hadir sebagai jembatan pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak, " tambah Julius, menggambarkan komitmen ganda yang diemban oleh personelnya.

Makanan yang dibagikan dirancang secara cermat, mencakup keseimbangan nutrisi dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, serta sayuran segar. Pemberiannya dilakukan secara langsung kepada para siswa, didampingi oleh guru-guru sekolah dan orang tua yang hadir menyaksikan. Bagi banyak anak di sana, pangan tinggi protein masih menjadi barang langka akibat terbatasnya akses logistik.

Kepala Sekolah SD Rimba YPPK Yan Smith Mumugu 2, Sinta (42), berbagi pengalamannya mengenai dampak positif yang dirasakan langsung di lingkungan belajar mengajar.

"Anak-anak kami jadi lebih fokus belajar. Dari yang biasanya cepat lesu, sekarang lebih aktif ikut pelajaran. Ini pertama kali kami dilayani langsung oleh tim medis dan personel TNI sekaligus dalam isu gizi, " ungkap Sinta, menunjukkan perubahan signifikan pada semangat belajar anak didiknya.

Tak hanya berhenti pada distribusi makanan, Satgas juga menyelipkan edukasi penting mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sela-sela program.

"Kami ajari kebiasaan dasar, karena anak sehat bukan hanya makan kenyang, tapi tahu cara menjaga dirinya sendiri, " jelas Bintara Kesehatan Satgas, Serma Wahyu (34), mengenai pentingnya edukasi preventif.

Apresiasi terhadap strategi kemanusiaan ini juga datang dari jajaran Angkatan Laut melalui Komando Operasi (Koops) Habema.

"Keamanan sejati itu bukan hanya peluru yang senyap, tapi perut anak yang terisi dan sekolah yang tetap menyala, " tegas Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto. Beliau menegaskan bahwa program gizi harus dijalankan secara konsisten dan masif di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

"Tidak boleh ada anak Indonesia, apalagi di tanah Papua, kehilangan kesempatan besar hanya karena kekurangan gizi. Prajurit boleh kembali ke markas, tetapi dampaknya harus tinggal selamanya, " pungkas Mayjen TNI Lucky Avianto, menekankan keberlanjutan program.

Dalam catatan Satgas, program yang diberi nama “Masariku Peduli Gizi” ini telah menjangkau beberapa sekolah dan direncanakan akan terus diperluas dalam beberapa bulan mendatang, mencakup wilayah Krepkuri dan distrik sekitarnya. Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara upaya pengamanan dan pembangunan fundamental di pedalaman Papua, di mana gizi dan pendidikan kini menjadi medan bakti yang strategis dan berdampak luas.

(Wartamiliter)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |