Tentang Komet C/2025 V1 (Borisov), Terdeteksi Melintas Dekat Bumi

2 weeks ago 16

Jakarta -

Fenomena langit kembali menarik perhatian publik pada bulan November ini. Benda luar angkasa berupa komet C/2025 V1 (Borisov) dilaporkan tengah melintas relatif dekat dengan bumi dan menjadi sorotan para astronom di seluruh dunia.

Terdapat dugaan kecil bahwa komet ini berkaitan dengan komet antarbintang 3I/ATLAS yang juga ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Namun, berdasarkan penjelasan para ilmuwan, keduanya tidak memiliki keterkaitan satu sama lain.

"Komet baru yang ditemukan, C/2025 V1 (Borisov), yang memiliki beberapa kesamaan minor dengan 3I/ATLAS, akan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi pada Selasa (11 November). Namun, meskipun ada rumor baru-baru ini, kedua objek tersebut tidak terkait satu sama lain," seperti dilansir Live Science, Senin (10/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan Komet Antarbintang seperti 3I/ATLAS

Komet C/2025 V1 (Borisov) sempat dikira memiliki asal-usul antarbintang seperti komet 3I/ATLAS. Namun, analisis orbit menunjukkan bahwa komet ini sebenarnya berasal dari tata surya kita sendiri. Para astronom menemukan bahwa lintasan C/2025 V1 berbentuk elips tertutup, bukan lintasan terbuka seperti milik objek antarbintang.

"Namun, meskipun ada beberapa saran yang bertentangan, komet yang baru ditemukan ini tidak terkait dengan pengunjung antarbintang saat ini, dan hampir pasti berasal dari dalam sistem tata surya," tulis Live Science.

Sementara itu, komet 3I/ATLAS memang dikonfirmasi datang dari luar tata surya berdasarkan pergerakan hiperboliknya. Artinya, C/2025 V1 (Borisov) bukan termasuk komet antarbintang, melainkan komet periodik yang muncul dari bagian luar tata surya dan kini sedang melintas lebih dekat ke bumi.

Ditemukan oleh Astronom Gennadiy Borisov

Menurut laporan Orbital Today, komet ini pertama kali terdeteksi oleh astronom asal Krimea, Gennadiy Borisov, pada awal 2025. Borisov sebelumnya dikenal sebagai penemu komet 2I/Borisov, yang tercatat sebagai komet antarbintang pertama yang pernah diamati manusia. Penemuan C/2025 V1 kembali menegaskan kontribusi besar Borisov dalam pengamatan komet global.

Saat ini, komet C/2025 V1 tengah bergerak melintasi langit bagian utara dan mencapai jarak terdekatnya dengan bumi pada Selasa, 11 November 2025. Meski disebut "melintas dekat", jarak aktualnya masih aman dan jauh dari potensi benturan dengan bumi.

Para astronom telah menemukan komet baru yang diberi nama C/2025 V1 (Borisov), yang akan segera mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi dan Matahari. Beberapa peneliti secara kontroversial mengaitkannya dengan pengunjung antarbintang saat ini 3I/ATLAS, namun tidak ada hubungan antara keduanya.Para astronom telah menemukan komet baru yang diberi nama C/2025 V1 (Borisov), yang akan segera mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi dan Matahari. Beberapa peneliti secara kontroversial mengaitkannya dengan pengunjung antarbintang saat ini 3I/ATLAS, namun tidak ada hubungan antara keduanya. (Foto: NASA/JPL)

Dapat Dilihat dengan Teleskop, Tidak Bahaya

Bagi pengamat langit, komet C/2025 V1 (Borisov) dapat diamati dengan teleskop berukuran menengah hingga besar. Kecerahan komet diperkirakan tidak cukup tinggi untuk terlihat dengan mata telanjang. Para astronom amatir disarankan untuk menggunakan peta langit digital atau perangkat lunak astronomi guna menentukan posisi komet secara akurat.

Pengamatan terbaik terjadi saat langit gelap dan bebas polusi cahaya. Momen ini menjadi kesempatan menarik untuk mempelajari karakteristik komet, termasuk ekor debu dan gasnya yang memantulkan cahaya Matahari.

Tidak ada indikasi bahwa komet C/2025 V1 (Borisov) berpotensi membahayakan bumi. Fenomena ini sepenuhnya alami dan menjadi bagian dari dinamika benda langit di tata surya. Para ilmuwan justru memanfaatkannya untuk meneliti komposisi material purba yang membentuk sistem planet.

(wia/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |