SOPPENG — Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin resmi memulai rangkaian kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) II di Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng. Tahapan awal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Seminar Awal PBL II yang digelar di Aula Kantor Camat Liliriaja, Rabu, 7 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA itu dihadiri 34 peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan. Hadir di antaranya Pelaksana Tugas (Plt) Camat Liliriaja, Plt Lurah Appanang, Kepala Tata Usaha Puskesmas Cangadi, Ketua PKK Kelurahan Appanang, perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), RT dan RW se-Kelurahan Appanang, unsur sekolah, kader kesehatan, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Plt Camat Liliriaja, Andi Lukman Saisal, S.Sos., M.M., menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh proses PBL II. Menurutnya, kegiatan ini tidak dapat dilepaskan dari realitas dan potensi yang ada di tengah masyarakat. Karena itu, pemetaan aset kesehatan di Kelurahan Appanang dinilai menjadi fondasi penting dalam merumuskan solusi kesehatan yang berkelanjutan.
PBL II di Kelurahan Appanang dilaksanakan oleh satu posko mahasiswa lintas departemen FKM Unhas. Mereka terdiri atas Alisya Andini Muhlis dari Departemen Epidemiologi, Patrysia Sa’pangan dari Departemen Kesehatan Lingkungan, Eldania Fifi Witman dan Andi Sasha Apriliana dari Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Nia Putri Rahmadani dari Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Resky Nurhalisah dari Departemen Manajemen Rumah Sakit, serta Amanda Citra Pramesti dari Departemen Biostatistik. Seluruh rangkaian kegiatan berada di bawah supervisi Ryza Jazid Baharuddin Nur, S.KM., M.KM.
Koordinator Posko PBL II Kelurahan Appanang, Alisya Andini Muhlis, dalam laporannya menyampaikan bahwa dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Ia menegaskan, masukan dari warga dan pemangku kepentingan lokal sangat dibutuhkan dalam proses identifikasi masalah, pemetaan aset kesehatan, hingga penyusunan strategi pemecahan masalah yang relevan dengan kondisi setempat.
Seminar awal tersebut berfungsi sebagai sarana sosialisasi rencana dan mekanisme pelaksanaan PBL II yang dijadwalkan berlangsung mulai 5 hingga 19 Januari 2026. Secara umum, PBL II bertujuan mendorong penerapan gaya hidup sehat sekaligus merumuskan strategi penanganan masalah kesehatan masyarakat melalui pendekatan partisipatif berbasis potensi lokal.
Adapun rangkaian kegiatan PBL II meliputi penelusuran akar penyebab masalah kesehatan berdasarkan prioritas yang telah ditetapkan pada PBL I, pemetaan aset kesehatan masyarakat, serta penyusunan strategi pemecahan masalah yang kontekstual. Proses tersebut dilakukan melalui metode observasi lapangan, wawancara, dan diskusi bersama masyarakat serta pemangku kepentingan terkait.
Pelaksanaan PBL II ini juga sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, penguatan peran komunitas, serta perencanaan program kesehatan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui Seminar Awal PBL II, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara mahasiswa, pemerintah setempat, dan masyarakat Kelurahan Appanang dalam merancang dan mengimplementasikan perencanaan kesehatan masyarakat yang berbasis kebutuhan nyata dan kekuatan lokal. (*)


















































