Selly PDIP Kritik Lagu 'Lalaki Langit': Tidak Lucu, Lecehkan Perempuan

1 month ago 40
Jakarta -

Kapoksi PDIP Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina menilai lirik lagu 'Lalaki Langit' karya Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein sebelum menjabat melecehkan perempuan. Selly menilai karya yang dihasilkan oleh Zein tak lucu.

"Lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' dilihat dari lirik-liriknya sangat melecehkan perempuan," kata Selly kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).

Selly menganggap lagu tersebut tak bisa dianggap sebagai humor atau candaan. Selly menilai lirik dari lagu itu justru merendahkan martabat perempuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau mau dianggap humor sekalipun, isi lagunya juga tidak lucu. Maka wajar kalau masyarakat dan netizen mempertanyakan kepemimpinan dari seseorang yang tidak bisa membedakan antara candaan dengan bias gender yang merendahkan," tambahnya.

Selly mengatakan unsur lirik dari lagu tersebut merupakan bentuk pelecehan nonfisik. Selly mendesak Bupati Purwakarta mempertanggungjawabkan karyanya.

"Pelecehan seksual nonfisik (dalam bentuk verbal) merupakan satu dari sembilan jenis kekerasan seksual yang diatur dalam UU TPKS. Dan menurut Pasal 5 UU TPKS, perilaku pelecehan verbal dapat dikenai sanksi pidana hingga maksimal 9 bulan," kata Selly.

"Pelecehan sering kali bermanifestasi dalam bentuk komunikasi lisan yang merendahkan martabat. Lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' mencakup komentar bernuansa seksual, lelucon seks yang tidak pantas, serta pernyataan intim yang mengganggu privasi," tambahnya.

Karya Bupati Purwakarta tersebut, menurut Selly termasuk pelecehan seksual verbal. Selly menekankan edukasi terkait penghormatan terhadap perempuan harus dibangun sedini mungkin mulai dari keluarga.

"Dan semua itu masuk dalam kriteria pelecehan seksual verbal yang seharusnya dipertanggungjawabkan baik dari tatanan sosial, kode etik pejabat, maupun ranah pidana," lanjut Selly.

"Sehingga penghormatan terhadap perempuan dibangun sejak dini melalui keluarga, satuan pendidikan, hingga ruang digital," sambungnya.

Selly menilai budaya menghormati perempuan merupakan investasi jangka panjang. Dengan demikian, lanjutnya, ruang publik nantinya bisa lebih beradab.

"Kita harus punya kesepakatan bersama bahwa membangun budaya yang menghormati perempuan merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat karakter bangsa dan menciptakan ruang publik yang lebih beradab bagi seluruh warga negara," imbuhnya.

Sebelumnya, Zein meminta maaf usai lirik lagu 'Lalaki Langit' dianggap menyinggung perasaan perempuan. Ia menjelaskan video dan lirik lagu itu diciptakan pada 2020 sebelum ia menjabat bupati.

"Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu, saya nakal dan bersyukur tuhan menciptakan saya jadi lelaki, mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa jaga diri," ujar Bupati Purwakarta saat dikonfirmasi melalui pesan elektronik, seperti dilansir detikJabar, Rabu (1/7).

Sementara itu, juri bicara (jubir) Partai Gerindra Sugiat Santoso menyayangkan lagu 'Lalaki Langit' karya Zein. Sugiat menyebut pihaknya telah mendengar klarifikasi lagu tersebut diciptakan sebelum Zein menjadi bupati.

"Ya kalau kita kan prinsipnya kita sudah mendengar langsung, ya, misalnya klarifikasi yang disampaikan Bupati Purwakarta terkait dengan lagu itu. Lagu itu dibuat jauh sebelum dia jadi bupati ya, berdasarkan klarifikasinya," kata Sugiat kepada wartawan, Kamis (2/7).

Wakil Ketua Komisi XIII DPR itu mengatakan peristiwa yang menjadi sorotan publik ini mesti menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Ia menilai membuat sebuah karya harus mengedepankan norma dan budaya yang ada.

"Tapi yang paling penting pesan mau disampaikan bahwa ya ini jadi pelajaran lah bahwa setiap anak bangsa, bukan hanya kepala daerah ya, untuk membuat karya-karya seni yang itu akan dinikmati oleh publik, itu ya memang harus menjaga, menjaga apa norma-norma," kata Sugiat.

(dwr/rfs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |