PUNCAK - Di tengah bentang alam Papua Tengah yang menantang, kehadiran Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 732/Banau melalui Pos Ambobera membawa secercah harapan bagi warga Kampung Ambobera, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Pada Selasa (25/11/2025), sebuah program bernama "Pastoor" atau Pelayanan Kesehatan Door to Door diluncurkan, menandai dimensi baru kepedulian TNI di wilayah terpencil ini.
Dipimpin langsung oleh Serda Julius, tim medis Satgas bergerak melintasi medan untuk menjangkau mereka yang terkendala jarak dan transportasi menuju fasilitas kesehatan. Pemeriksaan tekanan darah, penanganan keluhan ringan, pemberian vitamin, hingga edukasi kesehatan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya jemput bola ini. Tujuannya jelas: memastikan tak ada warga yang terlewatkan dari hak dasar atas kesehatan.

"Melalui kegiatan Pastoor ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar keluhan mereka, dan memberikan pelayanan kesehatan secara humanis. Tugas kami bukan hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan rakyat, " ujar Danpos Ambobera, Letda Inf Gaol, menekankan filosofi di balik kehadiran Satgas yang lebih dari sekadar penjaga batas negara.
Sambutan hangat dari masyarakat menjadi bukti nyata efektivitas program ini. Mama Jonas, salah satu warga, tak bisa menyembunyikan kelegaan dan kebahagiaannya.
"Kami senang sekali ada bapak tentara datang periksa kami langsung di rumah. Biasanya kalau sakit harus jalan jauh ke puskesmas, sekarang bisa diperiksa di rumah. Tuhan memberkati Satgas, " tuturnya tulus, menggambarkan betapa besar dampak kehadiran tim medis hingga ke depan pintu rumah mereka.
Kegiatan "Pastoor" ini menjadi cerminan nyata dari komitmen Satgas Yonif 732/Banau untuk mendampingi masyarakat perbatasan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan esensial akan layanan kesehatan yang selama ini kerap menjadi tantangan berat bagi warga pedalaman Papua.

















































