Satgas Masariku Gizi Burung: Bekal Bergizi untuk Masa Depan Nduga

15 hours ago 5

NDUGA - Di tengah riuh tawa ceria puluhan murid berseragam merah-putih di SD Rimba YPPK Yan Smith Mumugu 2, Distrik Krepkuri, Kabupaten Nduga, Papua Tengah, aroma sup sayur dan lauk ikan siang itu menjadi simfoni pembuka harapan baru. Sabtu (29/11/2025), kehadiran Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku bukan sekadar menyajikan santapan, melainkan sebuah misi mendalam bertajuk “Masariku Peduli Gizi”. Program ini hadir untuk menutup celah malnutrisi yang selama ini menjadi tantangan serius bagi pembangunan sumber daya manusia di pegunungan Papua.

Setiap paket makanan yang disalurkan dirancang khusus, menyajikan makanan lengkap dengan gizi seimbang. Komposisinya mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta beragam sayuran segar. Distribusi paket bergizi ini dilakukan secara terstruktur kepada seluruh siswa, menjadi intervensi penting untuk pemenuhan gizi harian mereka. Tujuannya jelas: mendorong daya tahan tubuh, meningkatkan fokus belajar, dan mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak.

“Bicara masa depan Papua, kita harus bicara isi piring anak-anak lebih dulu. PHBS penting, akses internet penting, tapi otak dan tubuh sehat pondasinya dari gizi. Kami hadir di sini untuk memastikan anak-anak tidak belajar dalam keadaan lapar, ” tegas Dansatgas Yonif 733/Masariku, Letkol Inf. Julius Jongen Matakena.

Kepala sekolah SD Rimba YPPK, Ibu Sinta (45), menyambut hangat kehadiran Satgas. Ia mengungkapkan bahwa bantuan bergizi ini bagai angin segar bagi anak didiknya. Sebagian besar murid berasal dari kampung-kampung terpencil yang akses terhadap variasi protein harian masih sangat terbatas.

“Kami ini sekolah di pedalaman. Orang tua murid bekerja di kebun dan ladang. Sering kali bekal anak hanya umbi atau nasi tanpa lauk cukup. Saat Satgas datang membawa menu protein dan sayur, anak-anak makan sampai habis. Itu pemandangan yang jarang kami lihat di sekolah, ” ujar Sinta.

Perawat Puskesmas Krepkuri, Hermina Wenda (45), yang turut memantau program ini, memberikan pandangannya dari sisi kesehatan. Ia menjelaskan urgensi asupan protein hewani bagi anak usia sekolah.

“Dalam konteks kesehatan anak usia sekolah, asupan protein hewani minimal 2-3 kali per minggu masih sulit tercapai di sini. Program Satgas ini membantu mengejar defisit kalori dan protein. Kalau dilakukan rutin, dampaknya bisa menurunkan angka stunting lokal dan menaikkan konsentrasi belajar, ” jelas Hermina.

Bagi orang tua murid sekaligus tokoh perempuan Kampung Mumugu, Mama Yuliana Kogoya (41), kehadiran Satgas membawa rasa aman dan harapan baru bagi generasi muda.

“Anak-anak kami senang sekali kalau bapak TNI datang. Mereka tidak takut lagi, mereka justru menunggu. Kalau anak sehat dan sekolah baik, kami orang tua juga tenang sambut Natal, ” kata Yuliana.

Selain pembagian makanan, Satgas juga tak lupa memberikan edukasi singkat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta ajakan pola hidup sehat di lingkungan sekolah. Langkah ini penting untuk memperkuat kebiasaan sanitasi dan kesehatan dasar di antara para siswa.

Selama pelaksanaan kegiatan, aparat TNI menekankan pendekatan yang ramah anak dan senantiasa menghormati adat istiadat lokal. Hal ini memastikan pembagian berjalan tertib, penuh interaksi positif, dan tanpa jarak komunikasi yang berarti.

Program “Masariku Peduli Gizi” ini direncanakan akan terus berlanjut, menyasar sekolah-sekolah lain di wilayah Krepkuri secara bergilir selama masa penugasan Satgas.

(Wartamiliter)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |