Rupiah Melemah Menuju Rp17.000 per USD, Menteri Rosan: Masih Bisa Diterima Investor

3 hours ago 3

loading...

Menteri Investasi Rosan Roeslani menilai depresiasi alias pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) tidak menjadi hambatan investasi masuk ke RI. Foto/Dok

JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani menilai depresiasi alias pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tidak menjadi hambatan investasi masuk ke RI. Rosan menilai fluktuasi nilai tukar sudah menjadi salah satu pertimbangan investor sebelum menanamkan uangnya di Indonesia.

Pelemahan nilai tukar yang belakangan terjadi dianggap masih dalam ambang batas yang bisa diterima oleh investor. Baca Juga: Rupiah Melemah Menuju Rp17.000 per Dolar AS, Purbaya: Anda Nggak Usah Takut

"Sebetulnya ini kan kalau kita lihat, USD bukan suatu kenaikan yang meningkat terus. Ini masih naik turun. Saya melihat ini masih dalam range yang sangat-sangat acceptable oleh investor luar juga," ujar Rosan usai konferensi pers realisasi investasi Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (15/1) turun 31 poin atau sekitar 0,18% ke level Rp16.896 per dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda juga terlihat pada data JISDOR BI, usai jatuh ke Rp16.880/USD.

Rosan menilai calon investor baik asing dan dalam negeri sudah memperhitungkan potensi-potensi yang terjadi akibat pelemahan nilai tukar, misalnya biaya investasi yang membengkak baik dari sisi konstruksi maupun pengadaan bahan baku. Sebab hal tersebut sudah menjadi paket kesatuan dari perencanaan awal investasi kaitannya profil risiko.

"Jadi, mereka sudah memperkirakan pergerakan dari mata uang kita pada saat mereka berinvestasi ke Indonesia. Jadi pergerakan itu masih dalam range yang sangat-sangat acceptable," lanjutnya.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |