Raja Charles III Murka, Pangeran William Sewa Pengacara Perceraian Diam-diam

20 hours ago 4

loading...

Pangeran William dikabarkan berselisih dengan Raja Charles III setelah menyewa pengacara perceraian mendiang ibunya, Putri Diana. Keputusan ini menghebohkan. Foto/People

JAKARTA - Pangeran William dikabarkan berselisih dengan Raja Charles III setelah menyewa pengacara perceraian mendiang ibunya, Putri Diana. Keputusan William ini langsung menghebohkan keluarga kerajaan.

Pangeran William telah menghubungi Mishcon de Reya, pengacara yang mewakili Putri Diana selama perceraiannya dengan Raja Charles III pada 1996. Keputusan ini dinilai sebagai bentuk pernyataan independensi pangeran 42 tahun itu yang dinilai berseberangan dengan ayahnya.

Menurut laporan yang dimuat oleh Daily Mail, William secara tegas memilih untuk tidak lagi menggunakan firma hukum Harbottle & Lewis, yang selama ini menjadi andalan Charles dan keluarga kerajaan dalam berbagai urusan hukum.

"Dia tidak ingin terus menggunakan pengacara ayahnya. Sesederhana itu. Dia ingin menjadi dirinya sendiri," kata seorang sumber kepada Daily Mail dilansir dari Marca, Minggu (6/4/2025).

Raja Charles III Murka, Pangeran William Sewa Pengacara Perceraian Diam-diam

Foto/People

Keputusan suami Kate Middleton itu menggunakan Mishcon de Reya bukan sekadar urusan hukum biasa. Firma tersebut memiliki ikatan sejarah emosional yang kuat karena pernah menangani proses perceraian Diana, bahkan diwakili langsung oleh pengacara ternama Anthony Julius, yang kala itu menjadi pendamping hukum sang putri dan kemudian menjabat sebagai pengelola Princess of Wales Memorial Fund.

Sikap penerus takhta selanjutnya itu dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap peninggalan sang ibu dan simbol pergeseran generasi dalam tubuh keluarga kerajaan. Langkah tersebut kabarnya membuat raja 76 tahun itu kecewa, bahkan menimbulkan ketegangan di antara mereka.

Harbottle & Lewis, firma yang telah lama membela kepentingan keluarga kerajaan dan turut menangani kasus penyadapan telepon pada tahun 2006 yang melibatkan William dan adiknya, Pangeran Harry, disebut merasa tersingkirkan akibat keputusan ini.

Seorang pengamat kerajaan mengatakan bahwa calon Raja Inggris itu ingin memutus tradisi hukum lama dan menunjukkan arah baru yang lebih mandiri. "Saya mencoba melakukannya dengan cara yang berbeda," tutur William dalam wawancaranya bersama BBC pada November 2024.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |