Rahasia Pemimpin Hidup Penuh Pesta di Pulau Tanpa Terlihat Rakyat

4 hours ago 2
Jakarta -

Kehidupan mewah pejabat masa kini mungkin bisa mudah diketahui lewat perkembangan teknologi informasi. Tapi, bagaimana jika kehidupan penuh pesta dilakukan di sebuah pulau terpencil dan terjadi pada abad pertama?

Hal tersebut yang dilakukan Kaisar Tiberius dari Kekaisaran Roma. Dikutip dari BBC, Selasa (17/3/2026), Tiberius merupakan kaisar kedua Roma dan prajurit yang sangat sukses.

Tiberius Claudius Nero lahir pada 16 November 42 SM. Pada tahun 39 SM, ibunya, Livia, menceraikan ayahnya dan menikahi Octavian, calon kaisar Augustus pada tahun 27 SM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiberius memiliki karier militer yang cemerlang dan bersama adik laki-lakinya, Drusus, membantu perluasan kekaisaran Romawi di sepanjang Sungai Danube dan hingga ke wilayah Jerman modern (16 SM-7 SM, 4 M-9 M).

Tiberius menggantikan Augustus pada tahun 14 M. Awalnya, pemerintahan yang dipimpin Tiberius berjalan positif.

Dia memperbaiki layanan sipil dan memulihkan kondisi keuangan Roma. Namun, Tiberius kurang memiliki hubungan baik dengan Senat seperti Augustus dan dia menjadi semakin tidak populer.

Hal ini kontras dengan popularitas Germanicus yang karismatik serta dianggap penerus yang diharapkan. Ketika Germanicus meninggal pada 19 M, secara luas diyakini bahwa Tiberius telah meracuninya agar putranya sendiri, Drusus, dapat menggantikannya. Tetapi pada tahun 23 M, Drusus meninggal sehingga membuka kembali pertanyaan tentang suksesi.

Tiberius dianggap sangat tergantung pada Sejanus yang ambisius dan brutal selaku kepala pengawal Praetorian (Pengawal kekaisaran). Hal itu mengakibatkan tuduhan tirani terhadap sosoknya.

Pada tahun 27 M, Tiberius pindah ke Capri, dan tidak pernah kembali ke Roma. Nah, kehidupannya di Capri tersebut yang menuai kontroversi.

Dikutip dari situs University of Chicago, York University Toronto, dan Loyola University Chicago, ada sejumlah cerita tentang kehidupan Tiberius di Capri. Dia disebut merancang tempat hiburan untuk pesta seks rahasianya.

Dia juga disebut memerintahkan orang-orang melakukan kegiatan seksual menyimpang di hadapannya. Kamar-kamar di tempat tinggalnya di Capri juga disebut dilengkapi dengan lukisan serta patung erotis dan beragam cerita lain terkait kehidupan pribadinya di pulau itu.

Selama di Capri, dia memerintah lewat orang kepercayaannya, Sejanus. Dia mengirim surat-surat ke Sejanus.

Pada tahun keduanya di Capri, Tiberius menyadari Sejanus berusaha merebut kekuasaan. Tiberius menulis surat yang menuduh Sejanus sebagai pengkhianat dan memerintahkan penangkapannya.

Kekacauan pun terjadi. Para senator yang telah lama bersekutu dengan Sejanus bergegas keluar, yang lain bingung-apakah ini ujian kesetiaan mereka?-tetapi Garda Praetorian yang telah secara diam-diam dipindahkan ke komando Q Sutorius Macro langsung menangkap Sejanus.

Sejanus dibawa ke penjara dan tak lama kemudian dieksekusi tanpa pengadilan. Pada tahun 35 M, Tiberius menjadikan Gaius (putra Germanicus) dan cucunya sendiri, Gemellus, sebagai ahli waris bersama.

Tiberius meninggal pada tanggal 16 Maret 37 M dan digantikan oleh Gaius, yang juga dikenal sebagai Caligula.

(haf/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |