Penajam Paser Utara, Kepala UPT Puskesmas Maridan, Bashiran, mengungkapkan bahwa kondisi umum pelayanan kesehatan di wilayahnya saat ini relatif normal. Namun, pihaknya masih menghadapi kendala serius berupa kekurangan dokter dan tenaga kesehatan lainnya.
Menurut Bashiran, kekurangan tenaga medis tersebut menjadi persoalan krusial, terutama saat terdapat pasien yang membutuhkan penanganan segera di luar jam dinas. “Kondisi ini sangat rentan, karena ketika dokter sudah selesai bertugas, pasien yang datang dalam kondisi darurat tidak dapat ditangani secara maksimal, ” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa pihak puskesmas telah menyampaikan permasalahan tersebut kepada dinas terkait. Namun hingga kini, belum ada penambahan tenaga dokter untuk mengatasi kekurangan tersebut.
Selain persoalan tenaga medis, Bashiran juga menyoroti tingginya angka kunjungan pasien di puskesmas. Bahkan, terjadi perubahan pola penyakit di masyarakat. Jika sebelumnya didominasi penyakit ringan seperti batuk dan pilek, kini kasus yang banyak ditemukan adalah penyakit tidak menular seperti hipertensi, kolesterol tinggi, asam urat, dan diabetes.
“Yang menjadi perhatian, penyakit ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa atau lansia, tetapi juga mulai ditemukan pada usia produktif, bahkan anak-anak, ” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, terutama melalui pola makan yang sehat dan gaya hidup yang lebih baik guna mencegah penyakit-penyakit tersebut.
Di sisi lain, kendala infrastruktur juga turut memperburuk pelayanan rujukan pasien. Bashiran menyebutkan bahwa kondisi jalan yang belum diperbaiki menyebabkan waktu tempuh menuju rumah sakit rujukan menjadi lebih lama.
Pasien yang hendak dirujuk ke rumah sakit seperti RS Hermina atau Mayapada Hospital di kawasan Ibu Kota Nusantara harus memutar melalui Jalan Mariko. Padahal, jalur alternatif melalui Jalan Kilo 7–12 Desa Binuang dinilai lebih cepat jika dalam kondisi baik.
“Kondisi ini sangat berisiko, terutama bagi pasien dalam keadaan darurat yang membutuhkan penanganan cepat, ” tambahnya.
Ia berharap pemerintah daerah dan dinas terkait dapat segera mengambil langkah konkret, baik dalam penambahan tenaga kesehatan maupun perbaikan infrastruktur jalan. “Kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas, ” tegasnya.
(Iwan)
















































