Prajurit TNI Beri Gizi, Harapan Baru untuk Anak Nduga

3 days ago 1

NDUGA - Di tengah bentangan alam Nduga yang penuh tantangan, prajurit TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Mobile Yonif 733/Masariku tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan. Mereka kini merajut asa melalui program "Masariku Peduli Gizi", sebuah inisiatif menyentuh hati yang berfokus pada pemenuhan asupan gizi bagi para pelajar di Distrik Krepkuri.

Pada Kamis, (27/11/2025), suasana di halaman SD Rimba YPPK Yan Smith Mumugu 2 berubah menjadi penuh keceriaan ketika puluhan siswa menerima santapan bergizi lengkap. Nasi hangat, sayuran segar, serta lauk protein seperti ikan dan telur tersaji, diracik langsung oleh personel Satgas, memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak usia sekolah.

"Setelah program ini berjalan, anak-anak lebih fokus di kelas, tidak cepat mengantuk, dan lebih kuat secara fisik. Di wilayah seperti Krepkuri, makanan sehat bukan hal yang mudah diakses, jadi ini sangat membantu, " ungkap Sinta Murib, Kepala Sekolah SD Rimba YPPK Yan Smith Mumugu 2, dengan senyum penuh harap.

Komandan Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku, Letkol Inf Julius Jongen Matakena, menekankan bahwa program gizi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan agenda teritorial yang terukur dan berkelanjutan.

"Kami melihat tantangan pangan dan kesehatan di sini bukan hanya soal statistik, tapi realitas yang dihadapi anak-anak setiap hari. Program ini kami susun berkelanjutan, karena gizi baik menentukan masa depan mereka, kemampuan belajar, bahkan daya tahan dari berbagai ancaman sosial, " kata Matakena, memandang masa depan anak-anak Nduga dengan penuh keyakinan.

Pernyataan tersebut didukung oleh Panglima Komando Operasi (Koops) Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, yang memandang intervensi gizi sebagai bentuk operasi militer non-kinetik yang berdampak jangka panjang.

"Ancaman terbesar di Nduga bukan hanya gangguan keamanan, tapi persoalan yang bisa memadamkan potensi generasi. Dengan memperbaiki gizi, kami melindungi masa depan sama seperti kami melindungi wilayah, " tegas Mayjen Lucky, menyuarakan komitmen untuk generasi penerus.

Lebih dari sekadar pembagian makanan, para prajurit juga turut berbagi pengetahuan sederhana tentang pola hidup bersih dan sanitasi. Pendekatan yang santai dan hangat ini berhasil membangun kedekatan sosial, menunjukkan kehadiran negara yang merangkul tanpa jarak.

Pengamat pembangunan Papua, Dr. Marcel Doren dari Universitas Cenderawasih, mengapresiasi langkah Satgas ini sebagai solusi relevan bagi daerah yang masih bergulat dengan keterbatasan akses infrastruktur dasar.

"Program seperti Peduli Gizi menutup celah yang selama ini jadi akar masalah sosial di pegunungan Papua. Ketika negara hadir melalui layanan nyata, kepercayaan publik tumbuh lebih kuat dibanding pendekatan represif, " ujarnya, melihat potensi positif dari intervensi sosial ini.

Bagi sebagian besar warga Krepkuri, prajurit Yonif 733 kini bukan hanya simbol penjaga keamanan, melainkan mitra sejati yang turut memikul beban kesejahteraan, mengukir cerita harapan di balik seragam loreng mereka.

(Wartamiliter)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |