Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan untuk Tahun Depan

5 hours ago 5

Jakarta -

Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026. Menurut Irfan, capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama antara Kementerian Haji dan DPR sebagai Tim Pengawas Haji yang dinilai berjalan konstruktif.

"Kami melaporkan penyelenggaraan haji tahun 2026 ini, di mana beberapa poin kita mendapatkan nilai positif walaupun tidak menutup kemungkinan memang ada beberapa titik yang perlu disempurnakan," kata Gus Irfan setelah bertemu dengan Prabowo di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, tantangan penyelenggaraan haji 2026 cukup besar, mengingat dia baru dilantik sebagai Menteri Haji pada September 2025. Sementara itu, tahapan penyelenggaraan haji dari Pemerintah Arab Saudi dimulai pada Juni 2025, pihaknya harus mengejar ketertinggalan waktu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Artinya kita ketinggalan sekitar 3-4 bulan, tapi alhamdulillah dengan kerja sama semua tim kita bisa mengejar ketinggalan itu. Alhamdulillah hari ini saya terutama dengan DPR, dan saya sangat senang tadi Bapak Presiden memberikan apresiasi kepada penyelenggaraan haji pada tahun ini," ujarnya.

Dalam laporan kepada Prabowo, Gus Irfan juga memaparkan sejumlah perbaikan layanan yang menjadi catatan positif penyelenggaraan haji tahun ini. Salah satunya adalah percepatan penerbitan visa jemaah yang telah selesai pada pertengahan Ramadan.

"Ini hal yang sangat sangat sangat luar biasa," ujarnya.

Selain itu, distribusi kartu nusuk telah dilakukan sejak di Tanah Air. Langkah tersebut dinilai berhasil meminimalkan berbagai persoalan yang selama ini kerap terjadi, seperti jemaah terpisah dari keluarga.

"Tidak ada lagi cerita jemaah yang terpisah dari keluarganya, jemaah yang tidak mendapatkan hotel padahal sudah sampai di sana, jemaah yang tercecer di mana-mana tidak ada lagi," ujarnya.

Gus Irfan juga menilai kualitas layanan haji tahun ini telah melampaui standar paket yang digunakan. Meski secara resmi masih menggunakan skema Paket D, kualitas layanan yang diberikan disebut mendekati standar Paket C.

"Kemudian, yang lainnya lagi kita sudah mulai memerlukan kontrak-kontrak ini multi-years untuk bisa memastikan, layanan harus baik dan bisa menjadikan jaminan bagi pihak vendor untuk bisa memberikan layanan terbaik dan kita juga bisa mendapatkan harga yang lebih baik lagi," ujarnya.

Sementara untuk penyelenggaraan haji berikutnya, menurut dia, Prabowo memberikan sejumlah arahan terkait peningkatan layanan jemaah. Arahan tersebut antara lain menyangkut penyediaan konsumsi yang lebih baik dan lebih dini serta penataan akomodasi hotel agar semakin nyaman bagi jemaah Indonesia.

"Bapak Presiden memberikan masukan-masukan untuk peningkatan layanan kepada jemaah haji terkait dengan tahun 2027 nanti, termasuk bagaimana, makanan-makanan bisa dipersiapkan lebih dini, lebih bagus lagi," ujarnya.

"Kemudian, bagaimana beliau juga memberikan masukan tentang penginapan-penginapan hotel-hotel yang harus juga lebih ditata lebih baik lagi," lanjut Gus Irfan.

(eva/zap)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |