Jakarta -
Sidang isbat penetapan Lebaran 2026 akan digelar sore nanti di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Hari ini, masyarakat akan mengetahui kapan Lebaran 2026 pemerintah.
Bersumber dari Bimas Islam Kemenag, pengumuman hasil sidang isbat Lebaran 2026 akan disampaikan melalui konferensi pers penetapan 1 Syawal 1447 H pada Kamis (19/3/2026) pukul 19.25 WIB. Konferensi pers dapat diikuti melalui link live streaming di sini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rangkaian Sidang Isbat Lebaran 2026
Berikut ini tahapan sidang isbat Lebaran 2026, mulai dari seminar posisi hilal sampai konferensi pers pengumuman 1 Syawal 1447 H.
Pukul 16.30 WIB
- Seminar Posisi Hilal
- Live streaming di channel YouTube Bimas Islam TV, TikTok, dan IG Bimas Islam
Pukul 18.45 WIB
- Pelaksanaan Sidang Isbat
- Tertutup untuk umum
Pukul 19.25 WIB
- Konferensi Pers Penetapan 1 Syawal 1447 H
- Live streaming di channel YouTube Bimas Islam TV dan Kemenag RI, TikTok, dan IG Bimas Islam
Apakah Lebaran 2026 Pemerintah sama dengan Muhammadiyah?
Mengutip dari Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, Lebaran 2026 Muhammadiyah jatuh pada 20 Maret besok. Sama atau tidaknya Lebaran 2026 pemerintah dengan Muhammadiyah tergantung pada sidang isbat hari ini.
Mengutip dari situs Kementerian Agama (Kemenag) RI, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah pada Kementerian Agama, Arsad Hidayat mengatakan bahwa perbedaan pendekatan dalam menentukan awal bulan Hijriah merupakan bagian dari dinamika yang telah lama dikenal dalam praktik keilmuan Islam.
Pemerintah menghormati metode yang digunakan oleh berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dalam menetapkan kalender ibadah. Meski demikian, Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu hasil sidang isbat.
"Pemerintah mengajak masyarakat untuk menunggu keputusan sidang isbat sebagai rujukan bersama dalam penetapan awal Syawal," kata Arsad.
"Jika ada perbedaan, kedepankan sikap saling menghormati dan menjaga persatuan. Itu hal penting dalam menyikapi dinamika penentuan hari raya," ujarnya.
(kny/imk)

















































