SOPPENG — Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) resmi memulai rangkaian Praktik Belajar Lapangan (PBL) Tahap II di Desa Donri-Donri, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, melalui Seminar Awal yang digelar pada Selasa, 6 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi titik awal pelaksanaan PBL II yang menitikberatkan pada pemetaan aset dan potensi sumber daya masyarakat sebagai dasar perumusan solusi persoalan kesehatan secara partisipatif dan berkelanjutan.
Seminar awal berlangsung dengan melibatkan unsur pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta pihak Puskesmas. Kehadiran sekitar 20 peserta lintas sektor tersebut mencerminkan dukungan bersama terhadap proses pembelajaran mahasiswa yang terintegrasi langsung dengan kehidupan masyarakat desa.
PBL II di Desa Donri-Donri dibimbing oleh Supervisor Dr. Balqis, SKM., M.Sc.PH., M.Kes, dan diikuti tujuh mahasiswa lintas departemen yang tergabung dalam Posko Desa Donri-Donri. Komposisi tim multidisiplin ini diharapkan mampu memberikan sudut pandang yang lebih menyeluruh dalam mengidentifikasi serta merespons persoalan kesehatan di tingkat desa.
Koordinator Desa PBL II, Nabilah Ufairah Nugrahi, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa PBL II merupakan kelanjutan dari PBL I yang sebelumnya telah dilakukan. Pada tahap awal tersebut, mahasiswa berhasil mengidentifikasi sejumlah masalah kesehatan prioritas di Desa Donri-Donri, antara lain tingginya kasus hipertensi, kebiasaan merokok di masyarakat, serta persoalan pengelolaan sampah rumah tangga.
“Berdasarkan hasil PBL I, PBL II difokuskan pada penggalian aset dan potensi yang sudah dimiliki masyarakat agar solusi yang dirancang lebih kontekstual, realistis, dan berkelanjutan, ” jelas Nabilah.
Pendekatan pemetaan aset dipilih untuk menggeser paradigma pembangunan kesehatan dari berbasis masalah menjadi berbasis kekuatan masyarakat. Pemetaan ini mencakup aset individu, sosial budaya, kelembagaan, sarana-prasarana, sumber daya alam, hingga potensi ekonomi lokal. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi sasaran program, tetapi berperan aktif sebagai subjek utama dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kesehatan.
Pelaksanaan PBL II ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Tujuan 11 tentang Permukiman yang Berkelanjutan, serta Tujuan 17 terkait penguatan kemitraan lintas sektor. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, puskesmas, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.
Pemerintah Desa Donri-Donri menyambut baik pelaksanaan PBL II tersebut. Kepala Desa Donri-Donri yang diwakili oleh Yusni menyampaikan apresiasi serta menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk mendukung penuh kegiatan mahasiswa selama berlangsungnya PBL.
“Kami terbuka dan siap memfasilitasi serta mendampingi mahasiswa selama kegiatan, karena ini sejalan dengan upaya peningkatan kesehatan masyarakat desa, ” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Puskesmas Donri-Donri, Hj. Nurliah, yang menegaskan komitmen puskesmas untuk berkolaborasi dalam perencanaan dan pelaksanaan program kesehatan yang akan dirumuskan bersama masyarakat.
PBL II di Desa Donri-Donri dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai 5 hingga 19 Januari 2026. Selama periode tersebut, mahasiswa akan melaksanakan pemetaan aset, diskusi kelompok terarah, hingga penyusunan rekomendasi pemecahan masalah kesehatan berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini sekaligus mendukung Asta Cita ke-4 Presiden Republik Indonesia yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan. Melalui pembelajaran berbasis masyarakat ini, mahasiswa diharapkan mampu mengasah kepekaan sosial, kepemimpinan, serta kemampuan analisis dan pemecahan masalah kesehatan secara nyata.
Seminar awal PBL II ditutup dengan diskusi interaktif dan foto bersama sebagai simbol komitmen kolaboratif antara mahasiswa, pemerintah desa, puskesmas, dan masyarakat dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan PBL II di Desa Donri-Donri. (*)


















































