PBL II FKM Unhas di Desa Tottong Dorong Solusi Kesehatan Berbasis Potensi Lokal

16 hours ago 5

SOPPENG — Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) yang tergabung dalam Posko Desa Tottong resmi memulai rangkaian Praktik Belajar Lapangan (PBL) Tahap II melalui Seminar Awal yang digelar di Kantor Desa Lama, Desa Tottong, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng.

Seminar ini menandai dimulainya PBL II yang menitikberatkan pada pemetaan aset dan potensi sumber daya desa sebagai landasan perumusan strategi pemecahan masalah kesehatan masyarakat secara partisipatif. Pendekatan ini diarahkan untuk menggali kekuatan lokal yang dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Kegiatan PBL II Desa Tottong dilaksanakan oleh tujuh mahasiswa lintas departemen FKM Unhas, yakni Kayla Putri Ismail (Biostatistik), Nolapetricia Mangngi Tulungallo (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Misna Askah (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan), Putri Zulaikha Fatiyah Maharani (Kesehatan Lingkungan), Nur Farah Naila (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan), Siti Nurul Muthmainnah (Epidemiologi), serta Andi Naila Luthfiah Djalawali (Manajemen Rumah Sakit).

Seminar awal tersebut dihadiri oleh 19 peserta yang terdiri atas Kepala Desa Tottong Muh. Tahir beserta jajaran pemerintah desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para Ketua RT, Bidan Desa, Kepala Dusun Turungeng Lappae dan Balubue, serta kader Posyandu. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan dukungan pemerintah desa dan masyarakat terhadap pelaksanaan PBL II.

Koordinator Desa Tottong, Kayla Putri Ismail, dalam sambutannya menjelaskan bahwa PBL II merupakan kelanjutan dari PBL I yang telah dilaksanakan pada Juli 2025. Pada tahap sebelumnya, mahasiswa telah mengumpulkan data primer dan sekunder serta menetapkan masalah kesehatan prioritas di Desa Tottong. Memasuki PBL II, fokus kegiatan diarahkan pada pemanfaatan potensi dan aset yang dimiliki masyarakat sebagai langkah awal penyusunan solusi kesehatan.

“Melalui pemetaan aset, mahasiswa bersama masyarakat diharapkan mampu merancang solusi yang realistis, sesuai dengan kondisi lokal, dan berkelanjutan karena melibatkan partisipasi aktif warga, ” ujar Kayla.

Ia menambahkan, pemetaan aset dilakukan secara menyeluruh dengan mencakup enam kategori utama, yakni aset individu, sosial dan budaya, institusi, sarana dan prasarana, sumber daya alam, serta aset ekonomi. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat untuk mengenali kekuatan yang telah dimiliki dan mengoptimalkannya dalam upaya peningkatan derajat kesehatan.

Sementara itu, Kepala Desa Tottong, Muh. Tahir, menyampaikan apresiasi atas kehadiran kembali mahasiswa FKM Unhas yang melaksanakan PBL di wilayahnya. Ia mengimbau seluruh perangkat desa dan masyarakat untuk memberikan dukungan penuh selama kegiatan berlangsung, khususnya dalam proses pemetaan aset dan penggalian informasi kesehatan.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan program kesehatan yang tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa Tottong, ” katanya.

Pelaksanaan PBL II ini selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya poin keempat yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dan kesehatan. Melalui PBL berbasis masyarakat, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga dilatih membangun kepekaan sosial, kepemimpinan, serta keterampilan memecahkan persoalan kesehatan di lapangan.

Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama Tujuan 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan pemetaan aset yang diterapkan dalam PBL II diharapkan mampu mendorong pembangunan kesehatan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan di tingkat desa.

Seminar awal PBL II ditutup dengan sesi diskusi dan foto bersama sebagai simbol komitmen antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan. Program ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Tottong, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa FKM Unhas. (*)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |