Pasuruan Tingkatkan Gizi Anak Lewat Program Terpadu

2 weeks ago 10

PASURUAN - Pemerintah Kabupaten Pasuruan tak main-main dalam upaya mencetak generasi penerus yang sehat dan berkualitas. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai strategi terukur dan berkelanjutan untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak usia sekolah. Saya merasa tergerak melihat bagaimana fokus pemerintah daerah ini benar-benar tertuju pada masa depan bangsa.

Dalam Rapat Koordinasi Multi Pemangku Kepentingan yang dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK, Sukadiono, Kepala Daerah memaparkan detail regulasi pendukung implementasi program. Fokus utamanya adalah pemenuhan gizi anak sekolah yang tertuang dalam Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja (RAN-PIJAR).

“Saya mengucapkan terimakasih atas kunjungan dari Kemenko PMK dari Worlds Food Program dan semua yang datang ke Kabupaten Pasuruan. Terimakasih sharing dan berbagi ilmu program kepada kami sebagai perbaikan ke depannya. Bagaimana program bisa berjalan maksimal sesai harapan Pemerintah Pusat dan masyarakat Kabupaten Pasuruan, ” ucapnya seraya tersenyum.

Bertempat di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti pada hari Kamis (13/11/2025), Bupati Pasuruan yang akrab disapa Mas Rusdi, membeberkan lima strategi kunci dalam pemenuhan gizi anak. Salah satunya adalah memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan dan gizi berkualitas melalui program inovatif seperti Gerakan Sekolah Sehat (GSS) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Saya membayangkan betapa senangnya anak-anak bisa mendapatkan asupan bergizi setiap hari.

Sebagai langkah lanjutan yang sangat strategis, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menjalin kerja sama erat dengan Kemenko PMK dan World Food Programme. Kolaborasi ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan model gizi anak sekolah terintegrasi yang menyasar anak usia 6-12 tahun. Perhatian khusus diberikan bagi mereka yang berisiko mengalami gizi kurang. Keterlibatan berbagai elemen, mulai dari orang tua, guru, tenaga kesehatan, hingga organisasi kemasyarakatan dan komunitas remaja, menjadi kunci utama agar program ini berjalan terpadu dan efektif. Ini adalah bukti nyata kepedulian terhadap setiap anak.

“Sebagai tindak lanjut, kami bekerjasama dengan Kemenko PMK dan World Food Programme untuk merancang dan mengimplementasikan model gizi anak sekolah terintegrasi. Fokus penanganannya, anak usia 6-12 tahun. Termasuk yang memiliki risiko gizi kurang yang melibatkan berbagai pihak. Mulai dari orang tua, guru, tenaga kesehatan hingga organisasi kemasyarakatan dan komunitas remaja. Memastikan agar berjalan terpadu dan efektif, ” jelasnya.

Mas Bupati Rusdi menambahkan, model gizi anak sekolah terintegrasi ini menjadi fondasi pembangunan sistem kolaboratif antara sektor pendidikan, kesehatan, dan masyarakat. Harapannya, model ini dapat menjadi percontohan yang bisa direplikasi di seluruh penjuru Kabupaten Pasuruan. Melihat semangatnya, saya yakin ini akan menjadi gebrakan besar.

Pencapaian luar biasa juga patut diapresiasi, di mana Pemerintah Kabupaten Pasuruan berhasil meraih insentif fiskal sebesar Rp 7 Miliar dari Kementerian terkait dan Wapres berkat keberhasilan menurunkan angka stunting. Tantangan stunting, obesitas, dan anemia memang menjadi perhatian serius di Indonesia. Di Kabupaten Pasuruan sendiri, anak-anak usia 0-14 tahun, termasuk usia sekolah, mencapai 22, 5 persen dari total 1, 6 juta jiwa penduduk. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dipantau ketat agar berjalan optimal.

“Kemarin kami mendapatkan insentif fiskal Rp 7 Milyar dari Kementerian terkait dan Wapres. Hal itu berkat berhasil menurunkan angka stunting. Stunting ini di Indonesia menjadi tantangan tersendiri juga obesitas dan anemia. Jadi ini menjadi tantangan kita karena di Kabupaten Pasuruan, jenjang usia 0-14 tahun termasuk anak-anak dan usia sekolah itu totalnya 22, 5 persen dari total jumlah penduduk 1, 6 Juta jiwa. Program BMG kami terus pantau agar berjalan dengan baik, ” tuturnya.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |