Ngeri Kebakaran Apartemen di Jakbar hingga Penghuni Dievakuasi

9 hours ago 4
Jakarta -

Kebakaran terjadi di salah satu apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Bahkan ngerinya, beberapa warga yang tinggal sempat terjebak di lantai atas.

Pemadam kebakaran (damkar) mengerahkan 22 unit mobil damkar dengan 110 personel untuk memadamkan api. Pengerahan dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap awal sebanyak 13 unit dengan 65 personel. Kemudian, disusul tahap kedua sebanyak 9 unit dengan 45 personel.

"Total pengerahan 22 unit dan 110 personel," kata Perwira Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Joko Susilo, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4).

Joko mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga terkait kebakaran tersebut pada pukul 07.31 WIB. Dia mengatakan pemadaman dimulai pukul 07.40 WIB.

"Terima berita pukul 07.31 WIB, kemudian berangkat pukul 07.32 WIB dan tiba di lokasi pukul 07.36 WIB," ujarnya.

Penghuni Lempar Baju Isi Tulisan

Salah satu penghuni Apartemen Mediterania yang terjebak akibat kebakaran melempar sepotong baju dengan sebuah tulisan. Tulisan di baju itu menjelaskan kondisi apartemen yang dihuni seorang bayi.

"C 33 GK IWAN & BAYI BUJAN," demikian tertulis pada baju lengan panjang berwarna kuning tersebut.

Petugas posko informasi Damkar Jakarta Barat, Seman, mengatakan, setelah ditelusuri, arti tulisan tersebut adalah penghuni terjebak di lantai 23, kamar nomor 33, dan terdapat bayi.

"Satu dewasa, sama dua anak bayi," kata Seman di lokasi sebagaimana dilansir Antara, Kamis (30/4).

Penghuni itu pun segera dievakuasi dan dapat diselamatkan dalam kondisi sehat. Pada papan informasi Damkar, petugas terus memperbarui data penghuni yang telah dievakuasi dan penghuni yang masih terjebak di dalam gedung yang terbakar.

Para penghuni yang telah diselamatkan langsung menuju posko informasi untuk melaporkan kerabat atau kenalan mereka yang masih terjebak.

Tak Ada Alarm

Salah seorang penghuni Apartemen Mediterania Antonius (47), menyebut alarm dan sprinkler air tidak aktif saat kebakaran terjadi. Padahal, katanya, alarm selalu menyala saat simulasi kebakaran.

"Kami penghuni itu selama terjadi simulasi-simulasi kebakaran melalui pemadam kebakaran Jakarta Barat yang kebetulan berlokasi di depan Apartemen Mediterania Garden 1 itu simulasi kebakaran selalu ada alarm ya. Selalu ada pemberitahuan. Tetapi justru ketika terjadi kebakaran yang sesungguhnya, itu justru alarm maupun sprinkler itu tidak terjadi apa-apa, tidak terjadi nyala gitu," ujar Antonius di Tanjung Duren, Jakbar, Kamis (30/4).

Dia menyesalkan hal tersebut. Dia menduga tidak adanya alarm membuat banyak warga terjebak asap saat kebakaran terjadi.

"Nah, itu yang kami sangat sesalkan itu karena beberapa korban itu kemungkinan besar tidak mengetahui bahwa sedang terjadi kebakaran di apartemennya gitu. Jadi mereka banyak yang terjebak di dalam ketika mau keluar ternyata koridornya sudah penuh dengan asap," ujarnya.

Dia mengaku sadar ada kebakaran ketika pukul 08.00 WIB. Saat itu, dia mendengar beberapa penghuni lainnya terburu-buru untuk keluar.

Dia kemudian menengok ke bawah dan mendengar ada sirene dari pemadam kebakaran dan ambulans. Dia kemudian berupaya keluar dari lantai 28.

"Nah, saya langsung punya insting nih, jangan-jangan kebakaran di apartemen gitu loh. Setelah itu, saya bangunkan istri saya untuk bangun. Saya begitu buka pintu unit, koridor di lantai 28 itu sudah penuh dengan asap," ucapnya.

Polisi belum bisa memastikan apakah saat kejadian alarm tersebut berfungsi. Polisi akan mengecek hal tersebut.

"Mengenai alarm kebakaran, kami belum dapat memastikan apakah sistem alarm berfungsi saat kejadian. Namun, petugas sekuriti dengan cepat menginformasikan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran, sehingga api dapat segera ditangani," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Twedi Aditya.

20 Orang Dilarikan ke RS

Sebanyak 89 penghuni Apartemen Mediterania dievakuasi imbas kebakaran. Sampai saat ini, evakuasi masih terus dilakukan.

"Data sementara mencatat sebanyak 89 orang telah berhasil dievakuasi keluar dari apartemen. Namun kami masih membutuhkan data tambahan dari paguyuban penghuni, khususnya bagi warga yang sudah keluar lebih dulu sejak pagi hari," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Twedi Aditya, Kamis (30/4).

Pihaknya berkoordinasi dengan manajemen apartemen serta komunitas penghuni apartemen. Saat ini, fokus utama adalah proses evakuasi penghuni.

"Terkait penyebab kebakaran, saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Fokus utama kami saat ini adalah proses evakuasi," jelasnya.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, ada 20 orang yang dilarikan ke rumah sakit. Mereka dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak nafas.

"Terkait kondisi kesehatan, terdapat beberapa penghuni yang mengalami sesak napas dan telah dirujuk ke rumah sakit oleh PMI dan petugas kesehatan. Sekitar 20 orang telah dibawa ke sejumlah rumah sakit, antara lain RS Royal Taruma, RS Pelni, RS Siloam Kebon Jeruk, dan RS Tarakan," ucapnya.

Terdapat 20 orang yang saat ini masih berada di lantai atas. Mereka memilih tidak turun karena dirasa situasi sudah aman dan udara cukup bersih.

"Berdasarkan laporan sementara, masih terdapat sekitar 20 orang yang berada di dalam unit di lantai atas. Sebagian dari mereka memilih tidak turun karena kondisi di unit dinilai sudah aman dan udara cukup bersih. Selain itu, lift tidak dapat digunakan, sehingga akses evakuasi hanya melalui tangga darurat," pungkasnya.

Sumber Api dari Panel Listrik Basement

Polisi mengungkap awal kemunculan api di Apartemen Mediterania. Api muncul dari panel listrik di basement.

"Kami menerima informasi awal dari petugas sekuriti setempat bahwa sumber api berasal dari panel listrik di basement," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Twedi Aditya, Kamis (30/4).

Dia mengatakan api bisa cepat dipadamkan. Tetapi, menurut dia, asap telanjur mengepul hingga masuk ke lantai atas.

"Perlu kami sampaikan bahwa tidak ada api yang langsung menyentuh unit hunian. Kami juga memohon maaf karena di media sosial beredar foto yang menggambarkan seolah-olah unit terbakar dan jendela hangus. Kami tegaskan tidak ada satu pun unit yang terdampak langsung oleh api," ucapnya.

Asap tersebut naik hingga lantai 33. Dia mengatakan kondisi udara di setiap lantai mulai membaik dan asap sudah tidak terlihat.

"Untuk proses evakuasi, hingga saat ini masih terus berlangsung dan jumlahnya masih bertambah. Belum dapat dipastikan kapan evakuasi akan selesai, mengingat bangunan ini memiliki 35 lantai," tuturnya.

(azh/rfs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |