Netanyahu Ungkap Militer Israel akan Bangun Koridor Morag di Gaza

20 hours ago 3

loading...

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/anadolu

TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan militer pendudukan Israel akan merebut kendali Koridor Morag di Gaza, yang mencerminkan kendalinya atas Koridor Philadelphia.

"Kami mengambil alih kendali Koridor Morag, yang akan menjadi Koridor Philadelphia tambahan," ujar Netanyahu dalam pernyataan video, menurut surat kabar Yedioth Ahronoth.

Dia menambahkan militer berusaha mengamankan Koridor Morag pada Selasa malam (1/4/2025).

Terletak di antara Khan Younis dan Rafah di Gaza selatan, Koridor Morag dinamai berdasarkan bekas permukiman Israel yang dievakuasi pada tahun 2005.

Koridor Philadelphi, di sepanjang perbatasan Gaza-Mesir, telah berada di bawah kendali Israel sejak Mei 2024.

"Kami akan meningkatkan tekanan (melalui pertempuran dan blokade) di Gaza selangkah demi selangkah hingga kami membawa kembali para sandera," ujar Netanyahu, merujuk pada 59 tawanan Israel yang diperkirakan Tel Aviv masih berada di Gaza, termasuk 24 orang yang diyakini masih hidup.

Sementara itu, lebih dari 9.500 warga Palestina mendekam di penjara-penjara Israel, menanggung penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis yang telah menewaskan banyak orang, menurut laporan media dan badan hak asasi manusia Palestina dan Israel.

Israel memulai kampanye udara mendadak di Gaza pada 18 Maret dan sejak itu telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan melukai lebih dari 2.500 orang, menghancurkan gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina Hamas pada bulan Januari.

Lebih dari 50.400 warga Palestina telah tewas di Gaza dalam serangan militer Israel sejak Oktober 2023, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan November lalu untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut.

(sya)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |