Negara-negara Muslim yang Tidak Memperingati Isra Mikraj, Siapa Saja Mereka?

2 hours ago 2

loading...

Meski Isra Mikraj merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, namun ada beberapa negara muslim yang justru tidak memperingatinya secara khusus, salah satunya negara Yordania. Foto ilustrasi/ist

Meski Isra Mikraj merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, namun ada beberapa negara muslim yang justru tidak memperingatinya secara khusus. Siapa dan negara mana saja mereka? Berikut ulasannya.

Isra Mikraj adalah peristiwa agung mengenai perjalanan spiritual Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Di momen itu, Nabi Muhammad SAW juga menerima perintah mengerjakan salat fardhu kepada umatnya.

Peristiwa itu kemudian dianggap sebagai momen penting dalam sejarah Islam . Meski begitu, tidak semua negara Muslim menjadikannya sebagai hari libur nasional atau merayakannya secara besar-besaran. Negara Muslim yang Tak Rayakan Isra Mikraj.


1. Arab Saudi Pertama, ada Arab Saudi

Salah satu alasan negara ini tidak merayakan Isra Mikraj berkaitan dengan pandangan keagamaan di sana yang cenderung menghindari tradisi atau kebiasaan yang dianggap tak punya dasar kuat dalam Al-Qur'an dan Hadis. Sejalan dengan hal itu, Arab Saudi juga tidak menetapkan hari libur nasional untuk memperingati peristiwa Isra Mikraj. Terlepas dari itu, bukan berarti Muslim di Arab Saudi tidak percaya peristiwa Isra Mikraj. Mereka tetap meyakini peristiwa Isra Mikraj sebagai bagian dari sejarah Islam yang penting, tetapi tanpa ritual atau acara khusus.

Baca juga: Hukum Merayakan Isra Mikraj, Kaum Muslim Wajib Tahu!

2. Yordania

Mengutip RoyaNews, negara ini secara historis tidak menetapkan Isra Mikraj sebagai hari libur umum untuk kementerian, lembaga, atau kantor pemerintah. Meski begitu, momen Isra Mikraj dihormati sebagai salah satu peristiwa penting dalam Islam. Umat Muslim di sini menanggapi momen itu dengan sederhana tanpa menghilangkan pemahaman tentang perjalanan spiritual Nabi Muhammad Saw tersebut.

3. Iran

Muslim di Iran percaya adanya peristiwa Isra Mikraj. Namun, mereka tidak merayakannya secara besar-besaran sebagai perayaan nasional termasuk menjadikannya hari libur. Salah satu alasannya karena Iran adalah negara dengan mayoritas Muslim Syiah, sehingga memiliki tradisi keagamaan sendiri. Di sini, peringatan keagamaan cenderung lebih fokus pada peristiwa dan figur penting dalam sejarah Syiah, seperti Asyura (peringatan wafatnya Imam Husain di Karbala) misalnya.

Namun, Isra Mikraj tetap dihormati dalam konteks ajaran Islam dan dibahas dalam ceramah keagamaan di masjid atau pusat studi keislaman. Mereka sepakat menjadikannya sebagai salah satu peristiwa penting dalam kehidupan Nabi Muhammad Saw.

4. Aljazair

Bagi Aljazair, mereka memiliki pendekatan yang berbeda terhadap peringatan Isra Mikraj. Di sini, momen Isra Mikraj biasanya dihormati dengan acara-acara keagamaan, tetapi tidak ada perayaan besar atau libur nasional secara resmi.

Umat Muslim di Aljazair hanya sebatas mengikuti ceramah di masjid atau melakukan ibadah khusus pada malam Isra Mikraj, tanpa perayaan besar seperti di beberapa negara lain. Hal ini sebagian disebabkan pengaruh budaya dan tradisi lokal yang lebih menekankan pada ibadah individual dan kajian agama.

5. Nigeria

Berikutnya ada Nigeria. Negara yang memiliki populasi Muslim signifikan (sekitar 50%) ini, Isra Mikraj dihormati oleh komunitas Muslim. Namun, pemerintah di sana tidak secara resmi menetapkannya sebagai hari libur nasional di seluruh negara. Sebagian umat Muslim lebih memilih memperbanyak ibadah dan mencoba mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.

Itulah beberapa negara Muslim yang tak rayakan Isra Mikraj sebagai perayaan besar-besaran.

Baca juga: Munculnya Ruwaibidhah di Akhir Zaman, Siapa Dia?

(wid)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |