loading...
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menghadiri Festival Mbois 11 bertema Malang Menyala di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (22/8/2026). Foto: Istimewa
MALANG - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menghadiri Festival Mbois 11 bertema “Malang Menyala” di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (22/8/2026). Dalam kesempatan itu, dia menegaskan pentingnya peran komunitas dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
“Festival seperti Mbois menjadi ruang bertemunya ide, talenta, pasar, dan investasi, agar karya tidak berhenti setelah festival, tetapi terus dikembangkan, dilindungi KI (Kekayaan Intelektual)-nya, dan dikomersialisasikan,” ujar Menteri Teuku Riefky.
Menurut dia, predikat Malang sebagai Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative City) bidang Media Arts bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untuk terus mengembangkan talenta dan ekosistem kreatif. “Malang perlu terus menjaga regenerasi talenta dan memastikan Malang Creative Center (MCC) menjadi living ecosystem yang melahirkan kreativitas, kewirausahaan, lapangan kerja, serta dampak ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya.

Baca juga: Menekraf Ajak Generasi Muda Berperan Aktif dalam Kebangkitan Ekonomi Kreatif Indonesia
Sebagai Creative Impact Platform, Festival Mbois 11 turut memperkuat jejaring antarkota kreatif sekaligus menjadi bagian dari Road to World Conference on Creative Economy (WCCE). Berlandaskan Perpres Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rindekraf 2026–2045, pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi mengembangkan potensi ekonomi kreatif melalui berbagai program, mulai dari penguatan riset, pendidikan, pembiayaan, infrastruktur, pemasaran, insentif, hingga fasilitasi dan konservasi kekayaan intelektual.

















































